Subscribe RSS
Kemiskinan May 08

Persoalan kemiskinan sepertinya tidak henti-hentinya di bicarakan baik ditingkat nasional maupun di tingkat internasional.  Kemiskinan dianggap sebagai bentuk permasalahan pembangunan yang diakibatkan terdapatnya dampak negatif dari sebuah pembangunan ekonomi yang tidak merata sehingga menambah tingkat kesenjangan pendapatan antar masyarakat maupun kesenjangan pendapatan tiap daerah (inter region income gap) .

Pengertian kemiskinan

Kemiskinan adalah suatu bentuk ketidakmampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan standar hidup dalam masyarakat pada suatu daerah. Kondisi ketidakmampuan tersebut ditandai dengan rendahnya tingkat kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasar, berupa pangan, sandang dan papan. Rendahnya tingkat pendapatan ini juga berdampak pada berkurangnya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup rata – rata seperti standar kesehatan masyarakat dan standar pendidikan.

Setiap negara menafsirkan seseorang tergolong miskin berbeda-beda. Hal ini dikarenakan kondisi yang disebut miskin sifatnya relatif setiap negara, misalnya kondisi prekonomian, standar kesejahteraan maupun kondisi sosial.

Setiap negara menafsirkan seseorang tergolong miskin berbeda-beda. Hal ini dikarenakan kondisi yang disebut miskin sifatnya relatif setiap negara, misalnya kondisi prekonomian, standar kesejahteraan maupun kondisi sosial.

Biasanya kondisi miskin ditentukan berdasarkan pendapatan rata-rata, daya beli, atau tingkat kemampuan konsumsi rata-rata, status dalam lembaga pendidikan dan kondisi kesehatan.

pengertian kemiskinan

Definisi Kemiskinan Menurut Para Ahli

Secara umum pengertian kemiskinan adalah suatu kondisi ketidakmampuan ekonomi dalam mencukupi kebutuhan pokok sehingga kurang mampu guna menjamin kelangsungan hidupnya (Suryati:2004:122).

Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2004, kemiskinan adalah suatu kondisi sosial ekonomi seseorang atau kelompok orang yang tidak terpenuhi hak hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.

Kebutuhan dasar hak menjadi hak seseorang meliputi, kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumber daya alam, lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan, dan hak untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan kehidupan sosial politik.

Berdasarkan kedua pengertian diatas, maka dapat disimpulkan kemiskinan adalah suatu kondisi ketidakmampuan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun kebutuhan lainnya yag dapat menjamin terpenuhinya standar kualitas hidup.

  1. Kemiskinan (Proper)

Merupakan ketidakmampuan ekonomi guna memenuhi kebutuhan pokok. Konsep ini berlaku tidak hanya pada kelompokk yang tidak memiliki pendapatan, melainkan berlaku juga pada kelompok yang memiliki pendapatan.

  1. Ketidakberdayaan

Biasanya rendahnya tingkat kemampuan ekonomi seseorang akan berpengaruh pada kekuatan sosial (social power) terutama dalam hal mendapatkan keadilan atau persamaan hak untuk mendapatkan penghidupan yang bagi kemanusian.

  1. Kerentanan mengalami situasi darurat

Seseorang dikatakan miskin bila tidak memiliki atau kemampuan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga dimana situasi ini membutuhkan alokasi pendapaan untuk menyelesaikannya. Misalnya, situasi rentan berupa bencana alam, kondisi kesehatan yang mebutuhkan biaya yang tinggi, dan situasi-situasi darurat lainnya yang membutuhkan kemampuan pendapatan yang dapat mencukupinya. Kondisi dalam kemiskinan dianggap bila tidak mampu dalam menghadapi situasi seperti ini.

  1. Ketergantungan (dependency)

Seseorang atau kelompok yang tidak memiliki kemampuan atau kekuatan untuk menciptakan solusi dari sebuah masalah terlebih dalam penciptaan pendapatan baru. Bantuan dari pihak lain sangat diperlukan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan akan sumber pendapatan.

  1. Keterasingan (Isolation)

Dimensi keterasingan yang dimaksudkan adalah faktor lokasi yang menyebabkan seseorang atau kelompok menjadi miskin.  Biasaya orang atau kelompok yang dikatakan miskin adalah mereka yang berada pada daerah yang jauh dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Biasanya masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau sulit untuk dijangkau fasilitas-fasilitas kesejahteraan memiliki taraf hidup yang rendah sehingga kondisi seperti ini menjadi penyebab kemiskinan.

Penyebab Kemiskinan

Menurut Chambers kondisi yang disebut sebagai miskin di sebagian besar negara-negara berkembang dan dunia ketiga.  Kondisi yang sebagian besar ditemukan bahwa kemiskinan biasanya diukur berdasarkan rendahnya kemampuan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa pangan, kesehatan, perumahan, dan pendidikan. Rendahya tingkat pendapatan juga diartikan sebagai rendahnya daya beli atau kemampuan untuk mengkonsumsi.

Terbatasya dan rendahnya tingkat pendpatan menyebabkan daya beli sesesorang untuk memenuhi kebutuhan pokok, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi dan standar kesehatan. Hal ini akan berdampak pada :

  1. Ketersediaan pangan tidak sesuai atau tidak memenuhi stadar gizi yang disyaratkan sehingga berdampak pada mal gizi atau kondisi gizi rendah yang selanjutnya rentan terhadap  resiko penyakit menular.
  2. Tingkat kesehatan kurang terjamin sehingga menyebabkan  rentan terhadap serangan penyakit dan kemampuan untuk menutupi penyakit sangat terbatas sehingga rentan terhadap kematian.
  3. Perumahan atau permukiman yang kurang.tidak layak huni yang disebabkan pendapatan untuk memiliki lahan tempat tinggal yang layak. Kondisi ini juga berdampak pada kesehatan.
  4. Tingkat pendidikan relatif rendah.  Umumnya kondisi ini disebabkan rendahnya pendapatan untuk mendapatkan standar pendidikan.

Kondisi-kondisi seperti diatas menyebabkan rendahnya (morbiditas) atau berada dalam kondisi gizi rendah. Kondisi seperti ini biasanya sangat rentan terhadap serangan penyakit dan kekurangan gizi selanjutnya diikuti tingkat kematian yang tinggi.

Angka moralitas yang tinggi & tingkat kesehatan yang rendah aka berimbas kepada rendahnya partisipasi sosial, dan keterampilan yang relatif rendah.

Bentuk dan Jenis-jenis Kemiskinan

Menurut suryati bentuk kemiskinan dapat digolongkan kedalam 4 bentuk, yaitu:

  • Kemiskinan absolut

Adalah suatu bentuk kemiskinan dimana tingkat pendapatan seseorang/kelompok berada dibawah garis kemiskinan sehingga kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, kesehatan, perumahan dan pendidikan yang diperlukan guna meningkatkan kualitas hidup.

Garis kemiskinan dapat diartikan sebagai pengeluaran rata-rata atau tingkat konsumsi rata-rata untuk kebutuhan pokok berkaitan dengan pemenuhan standar kesejahteraan. Bentuk kemiskinan ini lebih sering digunakan sebagai konsep untuk menentukan atau mendefinisikan seseorang disebut sebagai orang miskin.

  • Kemiskinan relatif

Merupakan kemiskinan yang terjadi akibat adanya pengaruh kebijakan pembangunan yang belum terjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sehingga berdampak adanya ketimpangan pendapatan atau ketimpangan standar kesehatan. Biasanya daerah – daerah yang belum terjangkau pembangunan disebut sebagai daerah tertinggal.

  • Kemiskinan kultural

Adalah suatu bentuk kemiskinan yang disebabkan adanya sikap & kebiasaan ataupun adat-istiadat yang telatif tidak ingin memperbaiki taraf hidup dengan cara-cara yang modren. Kebiasaan seperti ini biasanya berupa sikap malas, pemboros, kurang kreatif, terlalu sering bergantung kepada orang lain.

  • Kemiskinan struktural

Adalah bentuk kemiskinan yang disebabkan rendahnya akses terhadap sumber daya yang pada umumnya terjadi pada suatu tatanan sosial budaya ataupun sosial politik yang kurang mendukung adanya pembebasan kemiskinan. Biasanya bentuk kemiskinan seperti memiliki unsur diskriminatif.

Bentuk kemiskinan struktural merupakan bentuk bentuk kemiskinan yang paling banyak mendapat perhatian khususnya dibidang ilmu sosial terutama dikalangan negara negara yang memberikan bantuan/pinjaman seperti Bank Dunia, IMF, dan Pembangunan Asia.

Selain dikenal bentuk kemiskinan, dikenal juga jenis kemiskinan berdasarkan sifatnya, yaitu :

Selain dikenal bentuk kemiskinan, dikenal juga jenis kemiskinan berdasarkan sifatnya, yaitu :

Jenis – jenis Kemiskinan Berdasarkan Sifatnya

  1. Kemiskinan alamiah

Adalah bentuk kemisknan yang terjadi sebagai akibat adanya kalangkaan sumber daya alam serta minimnya sarana umum seperti jalan raya, listrik, air bersih, dan keadaan tanah yang kurang subur.

Biasanya daerah – daerah dengan karakter tersebut diatas adalah daerah yang belum terjangkau oleh kebijakan pembangunan sehingga menyebabkan daerah tertinggal.

  1. Kemiskinan buatan

Adalah bentuk kemiskinan yang terjadi akibat sistem modrenisasi atau pembangunan yang menyebabkan masyarakat tidak memiliki banyak kesempatan untuk menguasai sumber daya , sarana dan fasilitas ekonomi secara merata. Bentuk kemiskinan seperti ini merupakan dampak negatif daripada pelaksanaan konsep pembangunan (developmentalism) yang biasanya dijalankan di negara-negara berkembang.

Ciri atau Faktor Yang menentukan Kondisi Seseorang Miskin

  1. tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, peralatan kerja ataupun keterampilan yang memadai.
  2. Tingkat pendidikan yang relatif rendah
  3. Bekerja dalam lingkup kecil dan modal kecil atau biasa disebut bekerja dilingkungan sektor informal sehingga mereka terkadang disebut sebagai pengangguran.
  4. Tinggal atau berada di kawasan pedesaan  atau dikawasan yang jauh dari pusat-pusat pertumbuhan regional atau berada dikawasan tertentu di perkontaan (slum area)
  5. Memiliki kesempatan yang relatif rendah dalam memperoleh bahan kebutuhan pokok yang mencukupi termasuk dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan dengan standar kesejahteraan.

Lihat juga: Materi Pergaulan Bebas, dan dampak pergaulan bebas

sumber

Category: Pendidikan
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply » Log in