Subscribe RSS

Archive for the Category "Pendidikan"

Sejarah Jul 20

Apa itu sejarah? Apakah setiap peritiwa yang sudah lampau dapat dikatakan sebagai sejarah?

Pengertian sejarah

Kata sejarah berasal dari bahasa arab yakni “syajaratun”  artinya pohon kayu. Maksud dari pohon kayu disini adalah suatu kejadian, perkembangan atau pertumbuhan mengenai suatu hal (peristiwa) dalam suatu kesinambungan (kontinuitas).

Menurut kamus besar bahasa indonesia, sejarah dapat diartikan sebagai silsilah, asal-usul (keturunan) maupun kejadian yang telah terjadi pada masa lampau.

Sejarah adalah suatu peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi dimasa lalu

Berikut beberapa defenisi sejarah menurut sejumlah ahli

Menurut Widja, sejarah adalah suatu studi yang sudah dialami manusia dimasa lampau dan meninggalkan jejak waktu sekarang, dimana tekanan perhatian diletakkan, khususunya dalam aspek peristiwa sendiri.

Menurut Sartono Kartodirdjo mendefinisikan sejarah adalah gambaran tentang masa lalu manusia & sekiatarnya sebagai mahluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap. Meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran & penjelasan dapat memberikan penjelasan tentang apa yang telah berlalu.

Dari penjelasan diatas tentang pengertian sejarah, dapat ditarik kesimpulan bahwa sejarah adalah ilmu yag mempelajari tentang kejadian-kejadian atau peristiwa dimasa lalu manusia serta merekontruksikan apa yang telah terjadi dimasa lalu.

Peran dan Keududukan Sejarah

Pada umumnya ahli sejarah sepakat membagi peran dan kedudukan sejarah dikelompokkan menjadi tiga hal yakni, sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai cerita (Isman, 1993:277)

  1. Sejarah sebagai peristiwa

Merupakan segala sesuatu yang telah terjadi pada manusia dimasa lampau. Para ahli-pun sepakat mengelompokkan sejarah dengan tujuan untuk memudahkan dalam memahaminya:

  • Pembagian sejarah secara sistematis, adalah pembagian sejarah atau beberapa tema. Misalnya sejarah sosial, politik, sejarah kebudayaan, sejarah perekonomian, sejarah agama, sejarah pendidikan, sejarah kesehatan, intelektual dan lain sebagainya.
  • Pembagian sejarah berdasarkan periode waktu: misalnya, sejarah indonesia, dimulai dari zaman prasejarah, zaman pengaruh Hindhu-Buhda, zaman pengaruh Islam, zaman kekuasaan Belanda, pergerakan nasional, pendudukan Jepang, kemerdekaan, revolusi fisik, Orde lama, Orde baru dan orde reformasi.
  • Pembagian sejarah berdasarkan unsur ruang. Dalam sejarah regional dapat menyangkut sejarah dunia, akan tetapi ruang lingkupnya terbatas oleh persamaan karakteristik, baik secara fisik maupun sosial budaya. Misalnya, sejarah eropa, sejarah asia, sejarah afrika dan lain-lain.

Sejarah sebagai peristiwa sering juga disebut sebagai kenyataan & serba objektif. Artinya peristiwa atau kejadian tersebut benar benar adanya dan di dukung  oleh evidensi-evidensi yang dapat menguatkan, seperti berupa saksi mata (witness) yang dapat dijadikan sebagai sumber sejarah peninggalan-peninggalan dan catatan-catatan. Selain itu suatu peristiwa dapat juga sumbernya berisfat lisan yang disampaikan dari mulut ke mulut.

Sumber lisan ini terdapat dua macam, pertama sejarah lisan (oral history) misalnya ingatan lisan, yaitu ingatan tangan pertama yang dituturkan secara lisan oleh orang orang yang diwawancarai oleh sejarawan. Dan yang kedua tradisi lisan yaitu narasi & deskripsi dari orang-orang maupun peristiwa-peristiwa dimasa lalu yang disampaikan dari mulut ke mulut selama beberapa generasi.

  1. Sejarah sebagai ilmu

Dikategorika sebagai ilmu karena dalam sejarahpun terdapat “batang tubuh keilmuan”, metodology yang spesifik. Selain itu sejarahpun memiliki sturuktur keilmuan tersendiri, baik dalam fakta, konsep, maupun generalasasinya. Kedudukan sejarah dalam ilmu pengetahuan dikelompokkan menjadi:

  • Ilmu sosial, menjelaskan tentang perilaku sosial. Fokus kajiannya menyangkut tentang proses-proses sosial (pengaruh timbal balik antara kehidupan aspek sosial yang berkaitan satu dengan yang lainnya) serta perubahan-perubahan sosial
  • Seni atau art. Sejarah dikelompokkan dalam sastra. Herodotus merupakan seorang yang mendapat gelar “Bapak Sejarah” karena beliaulah yang pertamakali memulai sejarah itu sebagai cerita (story telling) dan sejak saat itu lah sejarah dimasukkan kedalam ilmu-ilmu kemanusiaan atau humaniora.
  1. Sejarah sebagai cerita

Merupakan sebuah karya yang dipengaruhi oleh subjektivitas sejarawan. Artinya, memuat tentang unsur-unsur dari subjek, si penulis/sejarawan sebagai subjek turut serta mempengaruhi atau memberi “warna”, atau “rasa” sesuai dengan ‘kacamata” atau selera subjek. Bila dilihat dari ruang lingkupnya, khususnya tentang pembagian sejarah secar tematik, Sjamsuddin (1996: 203-221) dan Burke (2000:444) mengelompokkan belasan sejarah, yaitu sejerah sosial, sejerah ekonomi, kebudayaan,  demografi, politik, kebudayaan rakyat, intelektual, keluarga, etnis, psikologis, psikologis historis, pendidikan dan sejarah medis.

Manfaat

Menurut Notosusanto 91979:4-10) mengidentifikasi setidaknya terdapat empat jenis kegunaan sejarah, yakni sebagai fungsi edukatif, fungsi inspiratif, fungsi instruktif, dan fungsi reakreasi.

  1. Fungsi edukatif

Adalah sejarah yang membawa serta mengajarkan ataupun kearifan-kearifan

  1. Fungsi inspiratif

Artinya dengan mempelajari sejarah akan dapat memberikan inspirasi atau ilham

  1. Fungsi instruktif

Adalah, melalui sejarah dapat berperan dalam proses pembelajaran pada salah satu kejujuran atau keterampilan tertentu, misalnya navigasi, jurnalistik, senjata/militer, dll

Konsep sejarah

Dalam perkembangannya, terdapat beberapa konsep yang dikembangkan dalam ilmu sejarah antara lain, perubahan, peristiwa, sebab & akibat, nasionalisme, kemerdekaan, kolonialisem, revolusi, peristiwa, komunisme, peradaban, perbudakan, waktu, feminisme, liberalisme, serta konservatisme.

  1. Perubahan

Konsep perubahan ini mengaju pada suatu hal yang menjadi “tanpil beda”.  Konsep ini kian penting dalam sejarah maupun dalam pembelajaran sejarah, mengingat sejarah itu pada hakekatnya adalah perubahan. Kita sering mendengar kata “ tidak ada di dunia ini yang abadi”, kecuali itu sendiri yang abadi. Seorang futuris ternama dari Amerika Serikat mengatakan bahwa “perubahan tidak sekedar penting dalam kehidupan, melainkan perubahan itu sendiri adalah kehidupan.

  1. Peristiwa

Konsep Peristiwa memiliki makna suatu kejadian yang menarik maupun luar biasa dikarenakan memiliki keunikan. Dalam penelitian sejarah, peristiwa selalu menjadi objek penelitian, hal ini dikarenakan salah satu karakteristik ilmu sejarah adalah mencari keunikan-keunikan yang terjadi pada suatu peristiwa, dengan penekanan pada tradisi-tradisi relativisme

  1. Sebab & akibat

Istilah sebab merujuk pada pengertian faktor-faktor determinan fenomena terdahulu yang mendorong terjadinya suatu perbuatan, perubahan, maupun peristiwa berikutnya, sekaligus sebagai suatu kondisi yang mendahului peristiwa. Sementara akibat ialah suatu yang menjadikan kesudahan atau hasil suatu perbuatan ataupun dampak & peristiwa

  1. Nasionalisme

Konsep ini secara sederhana memliki arti rasa kebangsaan, dimana kepentingan negara & bangsa mendapat perhatian besar dalam kehidupan bernegara

  1. Kemerdekaan/kebebasan

Konsep ini mengandung nilai utama dalam kehidupan pilitik bagi setiap negara & bangsa maupun umat manusia yang senentiasa diagung-agungkan, meskipun tidak selamanya diperaktikkan. Arti penting dari kemerdekaan ini dapat dilihat pada ketentuan yang mengatur tentang hak-hak asasi manusia, sebagaimana yang tercantum dalam Deklarasai Hak-hak Manusia Universal yang disetujui secara bulat oleh Majelis PBB tertanggal 10 desember

  1. Kolonialisme

Merupakan konsep yang merujuk pada bagian imprealisme dalam ekspansi bangs-bangsa eropa barat ke berbagai wilayah lainnya di dunia sejak abad ke-15 & 16. Pada puncak perkembangannya, kolonialisme merajalela pada abad ke-19. Dimana hampir setiap negara erapa memiliki daerah jajahan di asia, afrika, & amerika

  1. Revolusi

Adalah perubahan sosial politik yang radikal, berlangsung secara cepat, & besar-besaran. Revolusi terjadi ketika berbagai kesulitan perang serta krisis keuangan negara berhasil diatasi, namun memiliki institusi-institusi yang rentan terhadap revolusi. Menurut skocpol terdapat tiga ciri-ciri yang menyebabkan kerentanan revolusi, yaitu:

  • Lembaga militer negara sangat inferior terhadap militer dari negara pesaingnya
  • Elit otonom mampu menentang atau menghadang implementasi kebijaksanaan yang dijalankan oleh pemerintah pusat
  • Kaun petani memiliki organisasi pedesaaan yang otonom
  1. Fasisem

Fasisme atau facism merupakan naman pengorganisasian pemerintah & masyarakat secara totaliter oleh kediktatoran partai tunggal yang memiliki rasa nasionalis sempit, rasialis, militeristis, & imperialis.

  1. Komunisme

Istilah komunisme merujuk kepada setiap pengaturan sosial yang berdasarkan pada kepemilikan, produksi, konsumsi & swapemerintahan yang diatur secara komunal atau bersama-sama

  1. Peradaban

Peradaban/ civilzation adalah konsep yang dirujuk pada suatu entitas kultural seluruh pandangan hidup manusia yang mencakup nilai, norma, institusi, & pola pikir terpenting dari suatu masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu, peradaban yang merujuk pada suatu corak maupun tingkatan moral yang berhubungan terhadap rotalitas kebudayaan. Jadi, peradaban jauh lebih luas dari suatu kebudayaan yang saling mempengaruhi.

  1. Perbudakan

Konsep perbudakan atau slavery adalah istilah yang menggambarkan tentang suatu kondisi dimana seseorang atau kelompok tidak memiliki kedudukan serta peranan sebagai manusia yang memiliki hak asasi sebagai manusia yang layak

  1. Waktu

Konsep waktu mencakup (hari, tanggal, bulan, tahun, windhu, dan abada) merupakan konsep esensial dalam sejarah.

  1. Feminisme

Istilah feminisme adalah suatu gerakan emansipasi wanita dari subordinasi

Lihat juga : sejarah perkembangan koperasi di indonesia

Apa itu sejarah

sejarah adalah studi yang sudah dialami manusia dimasa lampau dan meninggalkan jejak waktu sekarang, dimana tekanan perhatian diletakkan, khususunya dalam aspek peristiwa sendiri.

Sebutkan fungsi sejarah

Menurut Notosusanto 91979:4-10) mengidentifikasi setidaknya terdapat empat jenis kegunaan sejarah, yakni sebagai fungsi edukatif, fungsi inspiratif, fungsi instruktif, dan fungsi reakreasi.

Sebutkan peran dan kedudukan sejarah

1. Sejarah sebagai peristiwa
2. sejarah sebagai ilmu
3. Sejarah sebagai cerita

Sebutkan konsep sejarah

Dalam perkembangannya, terdapat beberapa konsep yang dikembangkan dalam ilmu sejarah antara lain, perubahan, peristiwa, sebab & akibat, nasionalisme, kemerdekaan, kolonialisem, revolusi, peristiwa, komunisme, peradaban, perbudakan, waktu, feminisme, liberalisme, serta konservatisme.

Category: Pendidikan  | Leave a Comment
Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia & Dunia Jun 03

Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesi

  • Zaman Belanda

Pada tahun 1908 Raden Soetomo melalui budi utomo berusaha mengembangkan koperasi rumah tangga tetapi kurang berhasil karena dukungan dari masyarakat sangat rendah. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat akan manfaat koperasi masih sangat rendah. Kemudian sekitar tahun 1913, serikat dagang islam yang kemudian menjadi serikat islam, memplopori beridirinya beberapa jenis koperasi industri kecil dan kerajinan, namun juga tidak bisa bertahan lama. Hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya penyuluhan masyarakat, dan miskinnya pemimpin koperasi pada waktu itu.

Setelah itu, perkembangan koperasi di indonesia menunjukkan tanda-tanda yang mengembirakan. Study Club 1928, sebagai kelompok intelektual indonesia sangat menyadari peranan koperasi sebagai salah satu alat perjuangan bangsa. Pada tahun 1939, koperasi di indonesia tumbuh pesat, mencapai 1712 buah, dan terdaftar sebanyak 172 buah dengan anggota sekitar 14.134 orang.

  • Zaman jepang

Pada masa ini usaha-usaha koperasi di indonesia di sesuaikan dengan asas-asas kemiliteran. Usaha koperasi di indonesia dibatasi hanya pada kepentingan perang Asia Timur Raya yang dikorbankan oleh Jepang. Akibat perkumpulan koperasi yang berdiri berdasarkan peraturan belanda harus mendapatkan persetujuan ulang dari suchokan.

Dalam perkembangan selanjutnya, pemerintah jepng menetapkan suatu kebijakan pemisahan urusan koperasi dengan urusan prekonomian.

Fungsi koperasi dalam periode inii benar-benar hanya sebagai alat mendistribusikan bahan-bahan kebutuhan pokok untuk kepentingan perang jepang dan bukan untuk kepentingan rakyat.

  • Periode 1945-1967

Agar perkembangan koperasi benar-benar sejalan dengan semangat pasal 33 UUD 1945. Berkat kerja keras jawatan koperasi, maka perkembangan koperasi pada masa itu mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Namun perkembangan yang mengembirakan ini tidak berlangsung lama, sebagai akibat diterpkannya sistem demokrasi liberal, perkembangan koperasi kemudian menjadi terombang-ambing.

Perkembangan Koperasi di Inggris

Pendirian pertamakali koperasi diinggris tidak lain sebagai akibat pederitaan yang dialami kaum buruh di Eropa akibat revolusi industri yang terjadi diawal abad ke 19. Hal ini mendorong pekerja sebanyak 28 orang untuk menyatukan mereka terbatas dengan membentuk suatu perkumpulan serta mendirikan sebuah toko. Pada tahun 1844 di Rochdale, Inggris didirikan koperasi yang dipelopori oleh Charles howard

Guna memperkuat gerakan koperasi, maka pada tahun 1862, semua koperasi konsumsi dinggris bergabung mnejadi satu pusat koperasi pembelian (Coperative Wholesale Society/CWS)

Perkembangan koperasi di Perancis

Pelopor – peloper koperasi di inggris antara lain Charles Fourier, Luois Blance, dan Ferdinan Lasalle.  Mereka menyadari bahwa setelah terjadinya revolusi di Perancis & perkembangan industri yang menimbulkan kemiskinan maka nasib rakyat perlu diperbaiki dengan membangun koperasi-koperasi yang bergerak dibidang produksi bersama-sama dengan para pengusaha kecil.

Dewasa ini di Perancis terdapat gabungan koperasi konsumsi nasional perancil (Federation National Dess Cooperative de Consummtion), dengan jumlah koperasi yang tergabung sebanyak 467 buah, sementara anggota terdapat 3.600 orang, toko 9.900 buah dan perputaran modal sebesar 3.600 miliar france/tahun.

Perkembangan koperasi di Jerman

Pada tahun 1848 di inggris dan perancis telah mencapai kemajuan industri, sementara di jerman perekonomiannya masih bercorak agraris. Barang –barang impor dari inggirs dan perancis memberikan tekanan berat perkembangan industri di jerman, demikian juga ang dialami oleh petani pedesaan.

Pada saat itu muncul pelopor koperasi di Jerman yakni F.W Raiffeisen, Walikota Flammersflied. Ia menganjurkan agar kaum petani menyatukan diri dalam kumpulan simpan-pinjam.

Koperasi Raiffeisen ini selanjutnya dikenal sebagai koperasi Kredit Pertanian Model Raiffeisen.

Perkembangan Koperasi di Denmark

Denmark merupakan salah satu negara di Eropa yang dapat dijadikan contoh sebagai pengembangan koperasi pertanian. Kegiatan yang dilakukan para petani yang tergabung dalam koperasi pertanian perlu dipelajari sebagai pola yang cocok untuk membangun daerah agrarian

Pada tahun 1952 anggota koperasi mencapai 1 juta orang atau sekitar 30% dari total jumlah penduduk Denmark. Dalam perkembangannya tidak hanya hasil-hasil pertanian yang didistribusikan melalui koperasi, melainkan barang-barang untuk kebutuhan sektor pertanian. Selain koperasi pertanian, di Denmark pada umumnya didirikan oleh serikat pekerja di daerah perkotaan.

Perkembangan koperasi di Swedia

Usaha koperasi di swedia umumnya ditujukan untuk memerangi kekuatan monopoli. Perhatian koperasi di Swedia lebih ditekankan pada penyediaan barang dengan harga murah & mutu baik. Mereka tidak hanya terlibat efektif dalam koperasi, tetapi dengan posisinya sebagai pejabat pemerintah mereka memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada koperasi untuk tumbuh dan berkembang di Swedia.

Rahasia keberhasilan koperasi di Swedia adalah berkat prgoram pendidikan yang disusun secara terratur dan pendidikan orang dewasa di sekolah tinggi rakyat (Folk Higt School). Selain itu juga perhatian diberikan terhadap pendidikan bagi masyarakat di lingkungan darah kerja koperasi

Perkembangan koperasi di Amerika Serikat

Koperasi yang tumbuh di Amerika Serikat dikelola berdasarkan prinsip prinsip Rochdale, namun karena kurang berpengalaman maka banyak koperasi yang gulung tikar. Koperasi yang tumbuh antara tahun 1863 sampai dengan 1869, berjumlah 2.600 buah. Sekitar 57% koperasi ini mengalami kegagalan karena prinsip – prinsip koperasi Rochdale dikenal di Amerika Serikat tahun 1880, sehingga pertumbuhan koperasi secara pesat baru sekitar tahun 1880.

Perkembangan koperasi di Jepang

Koperasi pertamakali beridir di jepang pada tahun 1900 (33 tahun setelah pembaharuan oleh kaisar Meiji), atau bersamaan dengan pelaksanaan undang-undang koperasi industri kerajinan. Walaupun dibawah naman koperasi industri, namun pada hakikatnya koperasi ini juga bergerak dalam bidang pertanian.

Pada tahun 1920 ketika japang sedang membangun dan mengembangkan industrinya, koperasi yang ada benar-benar berfungsi sebagai tulang punggung bagi pembangunan pertanian ang menunjang industrialisasi.

Gerakan koperasi di jepang mengalami kemajuan sangat pesat tahun 1930 an, khusunya ketika penduduk jepang menghadapi krisis ekonomi yag melanda dunia dalam periode 1933-1940.

Organisasi koperasi di jepang yang ada sekarang berkembang berdasarkan undang-undang koperasi pertanian yang mulai berlaku 1947. Hampir semua petani jepang adalah anggota koperasi pertanian.

Perkembangan koperasi di Korea

Perkembangan koperasi di korea, khususnya koperasi-koperasi pedesaan, dimulai pada awal abad ke-20. Koperasi kredit pedesaan misalnya sudah mulai dikenal pada tahun 1907. Koperasi didirikan oleh rakyat untuk membantu petani yang membutuhkan uang untuk membiayai usaha pertaniannya.

Pada tahun 1959 koperasi kredit pedesaan di organisasi oleh pemerintah korea menjadi Bank Pertanian Korea. Namun tahun pada tahun 1957 koperasi pertanian melebarkan sayapnya dalam kegiatan simpan-pinjam.

Pada tahun 1961 dalam rangka pelaksanaan undang-udang koperasi pertanian yang baru, Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian digabungkan menjadi satu dengan naman gabungan koperasi pertanian nasional (National Agrecultural Cooperative Federation) disingkat NACF.

Lihat juga

Faktor-faktor keberhasilan dalam proses belajar mengajar

Category: Pendidikan  | Leave a Comment
Pengertian Belajar dan Faktor-faktor Keberhasilan Belajar Jun 02

Pengertian Belajar

Secara singkat Keberhasilan belajar berarti  hasil yang dicapai. Sementara menurut KBBI “hasil yang telah dicapai merupakan penguasaan pengetahuan atau penilaian tentang sesuatu yang dikembangkan oleh mata pelajaran, umumnya ditunjukkan melalui nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru.

pengertian belajar dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar

BuahPikiran – Sementara menurut Saifful Bahri Djamarah keberhasilan belajar adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan dengan baik secara individual maupun kelompok.

Berikut beberapa defenisi mengenai belajar menurut sejumlah ahli:

  • Belajar adalah suatu proses aktivitas yang dapat membawa suatu perubahan pada individu
  • Belajar merupakan suatu bentuk pertumbuhan maupun perubahan dalam diri seseorang yang dapat dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru misalkan, dari tidak mengerti menjadi mengerti, timbul pengertian-pengertian baru, perubahan dalam sikap, kebiasaan-kebiasaan dan ketrampilan
  • Belajar merupakan kegiatan anak didik dalam menerima, menanggapi dan menganalisa bahan-bahan pelajaran yang disajikan oleh pengajar, yang barkhir pada kemampuan guna menguasai dalam bahan pelajaran yang disajikan
  • Belajar merupakan suatu rangkaian proses kegiatan respon yang terjadi dalam proses belajar mengajar, yang dapat menimbulkan suatu perubahan tingkah laku sebagai akibat dari pengalaman & pengetahua yang didapat atau secara singkat dirumuskan oleh Edward, L Walker sebagai perubahan-perubahan sebagai akibat dari pengalaman
  • Belajar adalah mengalami, berarti menghayati suatu yang aktual atau penghayatan yang mana akan menimbulkan respon-respon tertentu dari murid. Pengalaman yang berupa pelajaran akan menghasilkan perubahan berupa (pematangan, pendewasaan)

Dari uraian panjang diatas dapat disimpulkan pengertian tentang belajar. Akan tetapi disamping adanya perbedaan-perbedaan terdapat juga suatu persamaan yang besar. Secara keseluruhan berpendapat belajar adalah proses perubahan, perubahan-perubahan itu tidak hanya sebatas perubahan tingkah laku yang tampak melainkan terdapat juga perubahan yang tidak dapat diamati. Perubaha – perubahan yang terjadi sifatnya bukan yang negatif melainkan perubahan yang terjadi ke arah positif yakni perubahan yang menuju arah kemajuan atau perbaikan.

  • Secara psikologis umum pengertian belajar merupakan suatu proses perubahan yakni perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkunganya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perubahan ciri-ciri tingkah laku dalam pengertian belajar adalah:

  • Perubahan terjadi secara wajar
  • Perubahan sifatnya kontinyu & fungsional
  • Perubahan dalam proses belajar bersifat positif & aktif
  • Perubahan dalam belajar memiliki tujuan dan terarah
  • Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku

Jadi keberhasilan yang dicapai dalam belajar adalah hasil yang dicapai dari proses aktivitas yang dapat membawa suatu perubahan pada individu. Keberhasilan ini dapat diketahui dari tujuan pembelaran yang telah tercapai atau belum.

Proses penentuan keberhasilan belajar

Proses pembelajaran meliputi berbagai komponen-komponen yang terdapat didalamnya harus terwujud secara fungsional & merupakan satu – kesatuan organisasi. Bilamana suatu komponen tidak berfungsi dengan baik, maka hasil yang dicapai pun kurang maksimal. Seperti halnya seorang guru tidak siap untuk menjalankan tugasnya sebagai guru, maka proses pembelajaran akan terhambat begitu sebaliknya. Maka dapat disimpulkan proses pengajaran akan menemui kegagalan yang disebabkan oleh suatu keadaan yang difungsionalkan tersebut.

Dari penjelasan diatas, ada guru disatu pihak & murid dipihak lain, keduanya berada dalam interaksi edukasi dengan posisi, tugas dan tanggung jawab menghantarkan murid kearah kedewasaan dengan memberikan sejumlah ilmu pengetahuan & bimbingan, sementara murid berusaha untuk mencapai tujuan itu melalui bantuan dan bimbingan guru. Dengan berprosesnya semua komponen dengan satu kesatuan & berjalannya fungsi masing-masing akan memaksimlkan proses penentuan kebershasilan pembelajaran.

Menurut Syaiful Bahri dan Aswar zain berpendapatan proses belajar belajar diangap berhasil bilamana:

  • Daya serap terhadap pelajaran yang diajarkan telah dicapai prestasi tinggi, baik secara individu maupun secara kelompok
  • Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa baik secara individu maupun kelompok

Namun demikian, indikator yang banyak digunakan sebagai tolak ukur terhadap suatu keberhasilan adalah daya serap.

indikator keberhasilan belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar

Hasil yang didapatkan seorang individu merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam (faktor internal) maupun dari luar (eksternal) individu. Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar, penting sekali artinya dalam rangka membantu siswa dalam mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Faktor-faktor tersebut diantaranya:

  1. Faktor interen (individu)

Merupakan faktor yang timbul dari diri sendiri (peribadi seseorang) yang meliputi:Faktor jasmani (fisiologis) baik sifatnya bawaan maupun yang didapatkan yang termasuk faktor ini misalnya, kesehatan, penglihatan, pendengaran dll

Faktor intelegen dan bakar, intelegensi merupakan kecakapan yang terdiri tiga jenis kecapakan yang menghadapi dan menyesuaikan keadaan yang baru secara cepat dan efektif, mengetahui atau menggunakan konsep abstrak secara cepat & efektif. Sementara bakat adalah kemampuan untuk belajar, kemampuan itu terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar & berlatih

Minat & motivasi, minat merupakan kecedrungan yang tepat untuk memperhatikan & menyenangi beberapa kegiatan. Sementara motivasi adalah daya penggerak atau pendorong guna melakukan sesuatu. Dengan minat yang besar & adanya motivasi merupakan modal besar untuk mencapai tujuan.

Cara belajar cara belajar seseorang sangat berpengaruh terhadap hasil pembelajaran yang dapatkan. Dengan penggunaan cara belajar yang tepat tentu menghasilkan hal hal dalam belajar dengan baik, belajar tanpa memperhatikan teknik dan faktor fsikologis & kesehatan akan mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.

  1. Faktor interen (individu)

Merupakan faktor yang timbul dari diri sendiri (peribadi seseorang) yang meliputi:

  • Faktor jasmani (fisiologis) baik sifatnya bawaan maupun yang didapatkan yang termasuk faktor ini misalnya, kesehatan, penglihatan, pendengaran dll
  • Faktor intelegen dan bakar, intelegensi merupakan kecakapan yang terdiri tiga jenis kecapakan yang menghadapi dan menyesuaikan keadaan yang baru secara cepat dan efektif, mengetahui atau menggunakan konsep abstrak secara cepat & efektif. Sementara bakat adalah kemampuan untuk belajar, kemampuan itu terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar & berlatih
  • Minat & motivasi, minat merupakan kecedrungan yang tepat untuk memperhatikan & menyenangi beberapa kegiatan. Sementara motivasi adalah daya penggerak atau pendorong guna melakukan sesuatu. Dengan minat yang besar & adanya motivasi merupakan modal besar untuk mencapai tujuan.
  • Cara belajar cara belajar seseorang sangat berpengaruh terhadap hasil pembelajaran yang dapatkan. Dengan penggunaan cara belajar yang tepat tentu menghasilkan hal hal dalam belajar dengan baik, belajar tanpa memperhatikan teknik dan faktor fsikologis & kesehatan akan mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.

2. Faktor ekstern, merupakan faktor yang timbul dari luar pribadi seseorang (siswa)

Merupakan faktor yang timbul dari luar pribadi seseorang (siswa)

  • Keluarga, keluarga sangat berpengaruh tentang keberhasilan belajar. Tinggi rendahnya pendidikan, besar kecilnya pendapatan & keakraban dalam suatu keluarga akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak
  • Sekolah, segala yang terdapat dalam proses belajar disekolah mulai dari kualitas guri, metode penyampaian, kesesuaian kurikulum & keadaan serta fasilitas sekolah juga mempengaruhi hasil belajar.
  • Masyarakat, keadaan masyarakat pada lingkungan sosial turut mendukung hasil belajar
  • Lingkungan sekitar, mulai dari keadaan lingkungan, bangunan sekitar, iklim sekitar, & semua yang terdapat disekitar turut mempengaruhi terhadap hasil belajar

Dari sejumlah faktor-faktor diatas akan memberikan masukan terhadap keberhasilan itu sendiri, bila dapat dimanfaatkan faktor yang mendukung secara maksimal atau sebaliknya.

Penilaian terhadap keberhasilan Belajar

  1. Pengertian penilaian hasil belajar

Penilaian hasil belajar merupakan proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang telah dicapai siswa dengan memperhartikan kriteria tertentu. Hal ini akan mengisyaratkan bahwa obyek yang dinialianya adalah dari perubahan tingkah laku yang mencakup tiga aspek yakni, kognitif, afektif, & psikomotorik.

Melalui penelaian ini akan terlihat sejauh mana tingkat keefektifan dan efisiennya dalam mencapai tujuan pengajaran atau perubahan tingkah laku siswa. Oleh karenanya penilaian hasil belajar saling berkaitan satu sama lain, karena hasil penilaian belajar merupakan akibat dari proses.

2. Fungsi penilaian belajar

  • Guna mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan
  • Sebagai insentif guna meningkatkan belajar
  • Sebagai feedback bagi guru
  • Sebagai informasi untuk keperluan seleksi

3. Jenis penilaian hasil belajar

  • Penilaian formatif

Merupakan penilaian yang dilakukan pada akhir proses belajar-mengajar guna mengetahui tingkat keberhasilan proses belajar-mengajar itu sendiri. Penilaian formatif berorentasi pada proses belajar mengajar & diharapkan guru dapat memperbaiki program pengajaran & strategi pelaksanaannya.

  • Penilaian sumatif

Merupakan penilaian yang dilakukan diakhir unit program yaitiu semester, catur wulan maupun akhir tahun. Tujuan dalakukan penilaian ini adalah untuk mengetahui hasil yang dicapai oleh siswa. Penilaian ini berorentasi pada produk, bukan proses.

  • Penilaian diagnostik

Yaitu penilaian yang dilakukan guna melihat kelemahan-kelemahan siswa & faktor-faktor penyebabnya. Penilaian ini dilakukan guna keperluan bimbingan belajar

  • Penilaian selektif

Merupakan penilaian yang berhubungan untuk keperluan seleksi, seperti ujian saringan untuk masuk lembaga tertentu.

  • Penilaian penempatan

Yaitu penilaian yang ditujukan untuk mengetahui keterampilan prasarat yang diperlukan bagi suatu program belajar dan penguasaan belajar seperti sebelum memulai kegiatan belajar untuk program itu.

Masing masing jenis tersebut memiliki karakteristik tertentu baik bentuk soal, tingkat kesulitan maupun cara pengolahan & pendekatan. Oleh karenanya penyusunan tes harus sesuai dengan tujuan dan fungsinya sebagai alat evaluasi yang diinginkan.

source

Category: Pendidikan  | Leave a Comment
APBN May 19

Pengertian APBN

Setiap negara tentunya memiliki APBN guna membiayai seluruh pengeluaran negara dalam satu tahun. Begitu juga hal-nya dengan indonesia, setiap tahun pemerintah bersama dengan dewan perwakilan rakyat melakukan rapat dan memutuskan tentang APBN tahun berikutnya.

Menurut Menteri Keuangan (2004), Pasal 1 ayat 7 UU Nomor 17 tahun 2003  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN adalah rencana keuangan pemerintah negara yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Anggaran penerimaan dan belanja negara ditetapkan melalui undang-undang yang dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.  APBN memuat daftar sistematis dan terperinci tentang penerimaan dan belanja dan pembiayaan negara setahun penuh (1 Januari – 31 Desember).

Menurut Suparmoko (2002) APBN adalah alat perencaan tentang peneriman & pengeluaran dimasa yang akan datang umumnya disusun dalam jangka waktu satu tahun.

pengertian apbn

Unsur APBN

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa APBN terdiri dari 5 unsur, yakni,

  1. APBN sebagai pengelolaan keuangan negara
  2. Ditetapkan setiap tahun, dan berlaku selama satu tahun penuh
  3. Ditetapkan melalui undang-undang
  4. Dilaksankan secara terbuka dan bertanggung jawab
  5. Ditujukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Menurut Atmadja, hakekat dari APBN adalah kedaulatan, maka dalam penetapan dan pengesahann APBN dilakukan dilakukan bersama – sama dengan DPR, karena DPR merupakan reprensentasi rakyat (kedaulatan).  Dalam penyusunannya diarahkan untuk mendorong alokasi sumber-sumber ekonomi agar dapat digunakan secara produktif.

Fungsi APBN

Sesuai dengan bunyi pasal 3 ayat 4 UU No.17 tahun 2003 tentang keuangan negara, APBN memiliki fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi dan stabilisasi.

  1. Fungsi otorisasi, adalah anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja negara pada tahun yang bersangkutan
  2. Fungsi perencanaan, bahwa anggaran negara menjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan
  3. Fungsi pengawasan, anggaran negara menjadi pedoman untuk menilai tentang penyelenggaraan pemintahan apakah sudah sesuai dengan ketentuan di tetapkan
  4. Fungsi alokasi, anggaran negara harus ditujukan untuk mengurangi pengangguran dan pemberosan sumber daya, dan meningkatkan efisiensi serta efektifitas perekonomian.
  5. Fungsi distribusi, kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan
  6. Fungsi stabilisasi, anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.

Prinsip penyusunan APBN

Sebelum tahun 1999 prinsip APBN indonesia adalah anggaran berimbang dinamis, artinya jumlah penerimaan negara sama dengan jumlah pengeluaran negara dan jumlahnya diupayakan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Semenjak tahun 1999 sampai dengan sekarang, prinsip anggaran yang digunakan adalah anggaran surplus/defisit. Sejalan dengan perubahan tersebut, format dan struktur APBN berubah dari T-Account menjadi I-Account.

Perbedaan antara prinsip surplus/defisit dengan prinsip berimbang adalah:

  1. Pinjaman yang berasal dari luar negeri tidak lagi dicatat sebagai sumber penerimaan, melainkan sebagai sumber pembiayaan
  2. Defisit anggaran ditutup dengan sumber pembiayaan dalam negeri di tambah sumber pembiayaan luar negeri bersih. Bilaman belanja lebih kecil daripada anggaran, maka disebut sebagai anggaran surplus, dan sebaliknya, bilamana anggaran lebih kecil daripada pengeluaran maka disebut sebagai anggaran defisit.
Defisit Anggaran

Menurut Rahardja dan Manurung (2004), pengertian defisit anggaran adalah anggaran yang memang direncanakan untuk defisit, sebab pengeluaran pemerintah direncanakan lebih besar dari penerimaan pemerintah (G>T). Anggaran defisit ini biasnya ditempuh bila pemerintah ingin menstimulasi pertumbuhan ekonomi terutama dalam kondisi resesi.

Dornbusch, Fischer dan Startz memberikan pendapat tentang defisit anggaran yakni selisih antara jumlah uang yang dibelanjakan pemerintah dan penerimanaan dari pajak. Pemerintah secara keseluruhan terdiri dari Departemen Keuangan Bersama Bank Sentral dapat membiayai defisit anggarannya dengan melalui dua cara yakni dengan menjual obligasi dan mencetak uang.

Bank Sentaral dalam hal mencetak uang bilamana bank sentral meningkatkan stok uang primer, umumnya melalui pembelian pasar terbuka dengan membeli sebagian utang yang dijual Departemen Keuangan.

Sebab sebab terjadinya defisit

Ada beberapa penyebab terjadinya defisit anggaran pemerintah, diantaranya:

  • Mempercepat pertumbuhan bidang ekonomi, guna mempercepat pembangunan dibutuhkan dibutuhkan jumlah investasi dana dalam jumlah yang besar. Bila dana yang dibutuhkan tidak mencukupi, biasanya pemerintah melakukan pinjaman dana keluar negeri sebagai sumber pembiayaan untuk menghindari pembebanan warga negara daripada membebani warga negara melalui penarikan pajak.
  • Daya beli masyarakat menurun/rendah. Dinegara yang sedang berkembang seperti indonesia, memiliki pendapatan perkapita rendah, maka daya belinya juga tergolong rendah. Sedangkan barang barang dan jasa jasa yang dibutuhkan, hargganya sangat tinggi karena sebagian produksinya berasal dari luar negeri, sehingga masyarakat yang berpendapatan rendah tidak mampu membeli barang atau jasa tersebut. Barang atau jasa tersebut misalnya listrik, sarana transportasi, BBM, dll. Bila dibiarkan tanpa ada kebijakan,  menurut mekanisme pasar, barang-barang tersebut pasti tidak mungkin dapat dijangkau masyarakat dan akhirnya mereka tetap terpuruk. Oleh karenanya, negara melalui pemerintah memerlukan pengeluaran untuk mensubsidi barang barang tersebut agar dapat dijangkau masyarakat yang berpenghasilan rendah.
  • Pemerantaan pendapatan masyarakat. Pos-pos lain yang juga menjadi pengeluaran pemerintah dalam rangka menunjang pemerataan di seluruh wilayah. Indonesia yang terkenal memiliki luas wilayah dengan tingkat kemajuan yang berbeda-beda pada masing masing wilayah. Untuk mempertahankan kestabilan politik, persatuan dan kesatuan bangsa, negara harus mengeluarkan biaya seperti biaya subsidi transportasi ke wilayah yang miskin dan terpencil, agar masyarakat secara keseluruhan dapat menikmati hasil pembangunan.  Kegiatan tersebut misalnya dengan memberi subsidi kepada kapal perintis yang menghubungkan pulau-pulau yang terpencul, sehingga mampu menjangkau wilayah-wilayah lain dengan biaya  yang sesuai dengan kemampuannya.
  • Melemahnya nilai tukar, terhitung sejak tahun 1969 indonesia telah melakukan pinjaman luar negeri dan mengalami masalah bila terjadi gejolak nilai tukar setiap tahunnya. Masalah ini disebabkan karena nilai pinjaman dihitung berdasarkan valuta asing, sementara pembayaran cicilan pokok dan bunga pinjaman dihitung berdasarkan rupiah. Apabila nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS, maka yang akan dibayarkan juga ikut meningkat.
  • Pengeluaran disebabkan inflasi. Penyusunan anggaran negara awal tahun, didasarkan menurut stadandar harga yang telah ditetapkan. Harga standar tersebut sendiri dalam tahun anggaran, tidak dapat dijamin ketepatannya. Dengan kata lain, selama perjalanan tahun anggaran standar harga itu bisa saja meningkat akan tetapi jarang menurun. Bilamana terjadi inflasi yang ditandai dengan kenaikan harga-harga, itu berarti biaya pembangunan program juga ikut meningkat, sedangkan anggarannya tetap sama. Kesemuanya akan berdampak pada penurunan kuantitas dan kualitas program, sehingga anggaran negara perlu direvisi.
Keseimbangan Primer

Keseimbangan primer adalah selisih antara anggaran dan pengeluaran negara diluar bunga dan cicilan utang.

Pengertian lainnya adalah, pendapatan negara dikurangi dengan belanja negara, namun dari komponen belanja negara tersebut komponen pembayaran utang dikeluarkan (tidak diperhitungkan).

Menurut Cuddington (1996) dalam PPE FE UGM, aliran surplus primer merupakan fondasi utama bagi ketahanan fiskal pemerintah terhadap utang. Arah kebijakan fiskal  dapat dikatakan berkesinambungan bilamana rasio keseimbangan primer terhadap PDB tetap.

Kesenambungan fiskal perlu memperhatikan hubungan antara keseimbangan primer dan outstanding utang. Hubungan ini diasumsikan bahwa nilai sekarng dari surplus keseimbangan primer pada masa yang akan datang sama dengan outstanding utang pada saat tertentu pendekatan nilai sekarang. Bila outstanding utang dari tahun ke tahun semakin meningkat, maka surplus keseimbangna primer dari tahun ke tahun juga ikut meningkat dengan tren peningkatan yang sama, atau lebih besar dari peningkatan utang agar periode peluanasan utangnya semakin pendek.

Dalam hal ini, kesenambungan fiskal dapat dipertahankan melalui pemenuhan pembayaran bunga utang dengan pendapatan negara dan bukan pengadaan atau penerbitan utang baru. Metode yang digunakan dalam simulasi keseimbangan primer dan utang indonesia ini sama dengan metode yang digunakan oleh Bank Dunia.

Menurut Cuddington (1996), defisit atau surplus keseimbangan dalam anggaran pemerintah merupakan indikator utama dalam pengukuran ketahanan fiskal (santoso, 2004)

Pendapatan / Penerimaan Negara

Menurut Suparmoko, penerimaan negara adalah penerimaan pemerintah yang meliputi penerimaan pajak, penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan barang dan jasa yang dimiliki dan dihasilkan oleh pemerintah, pinjaman pemerintah, mencetak uang, dan sebagainya.

Penerimaan negara baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri sangat penting untuk  pembangunan nasional, terutama penerimaan pemerintah dari dalam negeri, yakni berupa penerimaan pajak dan bukan pajak serta penerimaan migas dan non migas. Penerimaan ini selanjutnya digunakan untuk menutupi pengeluaran rutin pemerintah dan sisanya akan digunakan sebagai tabungan pemerintah. Kelebihan dana tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai sumber pembangunan apabila tidak tersedia, maka pembangunan harus dibiayai dengan pinjaman luar negeri.

Menurut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, pendapatan dibedakan menjadi:

  • Sumber-sumber penerimaan rutin
  • Sumber-sumber penerimaan pembangunan

Peran pajak dalam pengelolaan ABPN merupakan sebagai penyumbang terbesar dalam penerimaan negara. Menurut Dumairy, penerimaan negara terdiri dari peneriman dalam negeri pemerintah, pencetakan uang, pinjaman dan hibah.

Belanja / Pengeluaran Pemerintah

Pengeluaran pemerintah merupakan bagian dari kebijakan pemerintah. Bilamana pemerintah telah menetapkan suatu kebijakan untuk membei barang maupun jasa, pengeluaran pemerintah mencerminkan biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk melaksanakan kebijakan tersebut.

Menurut Boediono (2001), bahwa pengeluaran pemerintah dalam arti riil dapat dipakai sebagai indikator besarnya kegiatan pemerintah yang dibiayai oleh pengeluaran pemerintah. Semakin besar & banyak kegiatan pemerintah semakin besar juga pengeluaran pemerintah yang bersangkutan.

Dalam teori ekonomi makro, pengeluaran pemerintah terdiri dari tiga pos, yaitu sebagai berikut:

  • Pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa
  • Pengeluaran untuk gaji dan pegawai

Perubahan gaji pegawai memiliki pengaruh terhadap proses makor ekonomi, dimana perubahan gaji pegawai akan mempengaruhi tingkat permintaan secara langsung

  • Pengeluaran pemerintah untuk transfer payment

Transfer paymen bukan merupakan pembelian barang maupun jasa oleh pemerintah dipasar barang melainkan mencatat pembayaran atau pemberian langsung kepada warganya seperti pembayaran subsidi atau bantuan langsung kepada berbagai golongan masyarakat, pembayaran dana pensiun, pembayaran bunga untuk pinjaman pemerintah kepada masyarakat.

Lihat juga: Pengertian Kemiskinan

Sumber:

  1. http://digilib.unila.ac.id/10739/16/BAB%20II.pdf
  2. http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/Bab%202_09-163.pdf
Category: Pendidikan  | Leave a Comment
Kemiskinan May 08

Persoalan kemiskinan sepertinya tidak henti-hentinya di bicarakan baik ditingkat nasional maupun di tingkat internasional.  Kemiskinan dianggap sebagai bentuk permasalahan pembangunan yang diakibatkan terdapatnya dampak negatif dari sebuah pembangunan ekonomi yang tidak merata sehingga menambah tingkat kesenjangan pendapatan antar masyarakat maupun kesenjangan pendapatan tiap daerah (inter region income gap) .

Pengertian kemiskinan

Kemiskinan adalah suatu bentuk ketidakmampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan standar hidup dalam masyarakat pada suatu daerah. Kondisi ketidakmampuan tersebut ditandai dengan rendahnya tingkat kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasar, berupa pangan, sandang dan papan. Rendahnya tingkat pendapatan ini juga berdampak pada berkurangnya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup rata – rata seperti standar kesehatan masyarakat dan standar pendidikan.

Setiap negara menafsirkan seseorang tergolong miskin berbeda-beda. Hal ini dikarenakan kondisi yang disebut miskin sifatnya relatif setiap negara, misalnya kondisi prekonomian, standar kesejahteraan maupun kondisi sosial.

Setiap negara menafsirkan seseorang tergolong miskin berbeda-beda. Hal ini dikarenakan kondisi yang disebut miskin sifatnya relatif setiap negara, misalnya kondisi prekonomian, standar kesejahteraan maupun kondisi sosial.

Biasanya kondisi miskin ditentukan berdasarkan pendapatan rata-rata, daya beli, atau tingkat kemampuan konsumsi rata-rata, status dalam lembaga pendidikan dan kondisi kesehatan.

pengertian kemiskinan

Definisi Kemiskinan Menurut Para Ahli

Secara umum pengertian kemiskinan adalah suatu kondisi ketidakmampuan ekonomi dalam mencukupi kebutuhan pokok sehingga kurang mampu guna menjamin kelangsungan hidupnya (Suryati:2004:122).

Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2004, kemiskinan adalah suatu kondisi sosial ekonomi seseorang atau kelompok orang yang tidak terpenuhi hak hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.

Kebutuhan dasar hak menjadi hak seseorang meliputi, kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumber daya alam, lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan, dan hak untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan kehidupan sosial politik.

Berdasarkan kedua pengertian diatas, maka dapat disimpulkan kemiskinan adalah suatu kondisi ketidakmampuan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun kebutuhan lainnya yag dapat menjamin terpenuhinya standar kualitas hidup.

  1. Kemiskinan (Proper)

Merupakan ketidakmampuan ekonomi guna memenuhi kebutuhan pokok. Konsep ini berlaku tidak hanya pada kelompokk yang tidak memiliki pendapatan, melainkan berlaku juga pada kelompok yang memiliki pendapatan.

  1. Ketidakberdayaan

Biasanya rendahnya tingkat kemampuan ekonomi seseorang akan berpengaruh pada kekuatan sosial (social power) terutama dalam hal mendapatkan keadilan atau persamaan hak untuk mendapatkan penghidupan yang bagi kemanusian.

  1. Kerentanan mengalami situasi darurat

Seseorang dikatakan miskin bila tidak memiliki atau kemampuan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga dimana situasi ini membutuhkan alokasi pendapaan untuk menyelesaikannya. Misalnya, situasi rentan berupa bencana alam, kondisi kesehatan yang mebutuhkan biaya yang tinggi, dan situasi-situasi darurat lainnya yang membutuhkan kemampuan pendapatan yang dapat mencukupinya. Kondisi dalam kemiskinan dianggap bila tidak mampu dalam menghadapi situasi seperti ini.

  1. Ketergantungan (dependency)

Seseorang atau kelompok yang tidak memiliki kemampuan atau kekuatan untuk menciptakan solusi dari sebuah masalah terlebih dalam penciptaan pendapatan baru. Bantuan dari pihak lain sangat diperlukan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan akan sumber pendapatan.

  1. Keterasingan (Isolation)

Dimensi keterasingan yang dimaksudkan adalah faktor lokasi yang menyebabkan seseorang atau kelompok menjadi miskin.  Biasaya orang atau kelompok yang dikatakan miskin adalah mereka yang berada pada daerah yang jauh dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Biasanya masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau sulit untuk dijangkau fasilitas-fasilitas kesejahteraan memiliki taraf hidup yang rendah sehingga kondisi seperti ini menjadi penyebab kemiskinan.

Penyebab Kemiskinan

Menurut Chambers kondisi yang disebut sebagai miskin di sebagian besar negara-negara berkembang dan dunia ketiga.  Kondisi yang sebagian besar ditemukan bahwa kemiskinan biasanya diukur berdasarkan rendahnya kemampuan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa pangan, kesehatan, perumahan, dan pendidikan. Rendahya tingkat pendapatan juga diartikan sebagai rendahnya daya beli atau kemampuan untuk mengkonsumsi.

Terbatasya dan rendahnya tingkat pendpatan menyebabkan daya beli sesesorang untuk memenuhi kebutuhan pokok, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi dan standar kesehatan. Hal ini akan berdampak pada :

  1. Ketersediaan pangan tidak sesuai atau tidak memenuhi stadar gizi yang disyaratkan sehingga berdampak pada mal gizi atau kondisi gizi rendah yang selanjutnya rentan terhadap  resiko penyakit menular.
  2. Tingkat kesehatan kurang terjamin sehingga menyebabkan  rentan terhadap serangan penyakit dan kemampuan untuk menutupi penyakit sangat terbatas sehingga rentan terhadap kematian.
  3. Perumahan atau permukiman yang kurang.tidak layak huni yang disebabkan pendapatan untuk memiliki lahan tempat tinggal yang layak. Kondisi ini juga berdampak pada kesehatan.
  4. Tingkat pendidikan relatif rendah.  Umumnya kondisi ini disebabkan rendahnya pendapatan untuk mendapatkan standar pendidikan.

Kondisi-kondisi seperti diatas menyebabkan rendahnya (morbiditas) atau berada dalam kondisi gizi rendah. Kondisi seperti ini biasanya sangat rentan terhadap serangan penyakit dan kekurangan gizi selanjutnya diikuti tingkat kematian yang tinggi.

Angka moralitas yang tinggi & tingkat kesehatan yang rendah aka berimbas kepada rendahnya partisipasi sosial, dan keterampilan yang relatif rendah.

Bentuk dan Jenis-jenis Kemiskinan

Menurut suryati bentuk kemiskinan dapat digolongkan kedalam 4 bentuk, yaitu:

  • Kemiskinan absolut

Adalah suatu bentuk kemiskinan dimana tingkat pendapatan seseorang/kelompok berada dibawah garis kemiskinan sehingga kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, kesehatan, perumahan dan pendidikan yang diperlukan guna meningkatkan kualitas hidup.

Garis kemiskinan dapat diartikan sebagai pengeluaran rata-rata atau tingkat konsumsi rata-rata untuk kebutuhan pokok berkaitan dengan pemenuhan standar kesejahteraan. Bentuk kemiskinan ini lebih sering digunakan sebagai konsep untuk menentukan atau mendefinisikan seseorang disebut sebagai orang miskin.

  • Kemiskinan relatif

Merupakan kemiskinan yang terjadi akibat adanya pengaruh kebijakan pembangunan yang belum terjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sehingga berdampak adanya ketimpangan pendapatan atau ketimpangan standar kesehatan. Biasanya daerah – daerah yang belum terjangkau pembangunan disebut sebagai daerah tertinggal.

  • Kemiskinan kultural

Adalah suatu bentuk kemiskinan yang disebabkan adanya sikap & kebiasaan ataupun adat-istiadat yang telatif tidak ingin memperbaiki taraf hidup dengan cara-cara yang modren. Kebiasaan seperti ini biasanya berupa sikap malas, pemboros, kurang kreatif, terlalu sering bergantung kepada orang lain.

  • Kemiskinan struktural

Adalah bentuk kemiskinan yang disebabkan rendahnya akses terhadap sumber daya yang pada umumnya terjadi pada suatu tatanan sosial budaya ataupun sosial politik yang kurang mendukung adanya pembebasan kemiskinan. Biasanya bentuk kemiskinan seperti memiliki unsur diskriminatif.

Bentuk kemiskinan struktural merupakan bentuk bentuk kemiskinan yang paling banyak mendapat perhatian khususnya dibidang ilmu sosial terutama dikalangan negara negara yang memberikan bantuan/pinjaman seperti Bank Dunia, IMF, dan Pembangunan Asia.

Selain dikenal bentuk kemiskinan, dikenal juga jenis kemiskinan berdasarkan sifatnya, yaitu :

Selain dikenal bentuk kemiskinan, dikenal juga jenis kemiskinan berdasarkan sifatnya, yaitu :

Jenis – jenis Kemiskinan Berdasarkan Sifatnya

  1. Kemiskinan alamiah

Adalah bentuk kemisknan yang terjadi sebagai akibat adanya kalangkaan sumber daya alam serta minimnya sarana umum seperti jalan raya, listrik, air bersih, dan keadaan tanah yang kurang subur.

Biasanya daerah – daerah dengan karakter tersebut diatas adalah daerah yang belum terjangkau oleh kebijakan pembangunan sehingga menyebabkan daerah tertinggal.

  1. Kemiskinan buatan

Adalah bentuk kemiskinan yang terjadi akibat sistem modrenisasi atau pembangunan yang menyebabkan masyarakat tidak memiliki banyak kesempatan untuk menguasai sumber daya , sarana dan fasilitas ekonomi secara merata. Bentuk kemiskinan seperti ini merupakan dampak negatif daripada pelaksanaan konsep pembangunan (developmentalism) yang biasanya dijalankan di negara-negara berkembang.

Ciri atau Faktor Yang menentukan Kondisi Seseorang Miskin

  1. tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, peralatan kerja ataupun keterampilan yang memadai.
  2. Tingkat pendidikan yang relatif rendah
  3. Bekerja dalam lingkup kecil dan modal kecil atau biasa disebut bekerja dilingkungan sektor informal sehingga mereka terkadang disebut sebagai pengangguran.
  4. Tinggal atau berada di kawasan pedesaan  atau dikawasan yang jauh dari pusat-pusat pertumbuhan regional atau berada dikawasan tertentu di perkontaan (slum area)
  5. Memiliki kesempatan yang relatif rendah dalam memperoleh bahan kebutuhan pokok yang mencukupi termasuk dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan dengan standar kesejahteraan.

Lihat juga: Materi Pergaulan Bebas, dan dampak pergaulan bebas

sumber

Category: Pendidikan  | Leave a Comment
Pergualan Bebas May 06

Pengertian Pergaualan

Pengertian pergaulan adalah suatu intraksi, baik yang dilakukan individu dengan individu, maupun individu dengan kelompok.  Seperti penyertaan Aristoteles tentang manusia merupakan mahkluk sosial (zoon politicon), artinya manusia sebagai mahkluk sosial tidak bisa lepas dari kebersamaan dengan manusia lainnya.

Pergaulan seseorang akan memiliki dampak terhadap keperibadian seseorang. Pergaulan seseorang akan mencerminkan keperibadiannya baik pergaulan yang sifatnya positif maupun sebaliknya.  Pergaulan yang sifatnya positif misalnya melakukan kerjasama antar individu dengan kelompok guna melakukan hal hal yang sifatnya positif. Sedangkan pergaulan yang sifatnya negatif adalah pergaulan yang mengarah ke arah pergaulan bebas.

pengertian pergaulan bebas
Pergaulan bebas merupakan suatu perilaku menyimpang serta melewati batas dari kewajiban, tuntutan, aturan, syarat, serta perasaan malu.

Manfaat Pergaulan

Bila diatas dikatakan pergaulan akan memberi dampak terhadap keperibadian seseorang, maka pergaulan juga akan memberi manfaat kepada seseorang, baik dengan individu maupun dengan kelompok.

Menurut Imam Ali RA berkata ‘ Bergaullah dengan orang yang bertakwa & berilmu, niscaya kalian akan mengambil manfaatnya, karena bergaul dengan orang yang suka berbuat baik dapat memberikan kebaikan. Sebaliknya jauhilah berhubungan dengan orang-orang yang hina (rendah akhlaknya) sebab aka menular kepadamu”. Keperibadian seseorang akan menular atau tertular kepada orang lain. Hal ini dikarenakan pengaruh kedekatan dan pengaruh cinta. Berikut beberapa manfaat dari pergaulan:

  • Sebagai ajang memastikan diri

Melalui pergaulan Anak akan dapat memastikan dirinya populer diligkungan teman-temannya atau  tidak. Karena, yang terlibat jalan bareng teman adalah anak-anak yang telah terpilih di dalam peer gruop-nya.   Untuk terpilih dalam peer group ini biasanya terdapat persyaratan tertentu. Bila si anak terpilih, maka ia sudah di terima dalam peer group dan ini dapat membuat anak lebih percaya diri, serta dapat membuat ia lebih memahami identitas dirinya.

  • Meningkatkan kemampuan berinteraksi dan ikatan pertemanan

Banyak hal-hal yang dapat dilakukan saat bersama teman, mereka dapat saling bertukar pikiran, sharing, saling membantu satu sama lainnya, saling mengingatkan da lain sebagainya.  Secara langsung hal akan meningkatkan kemampuan si anak dalam berinteraksi sosia & meningkatkan kemampuan anak dalam ikatan pertemanan

  • Memenuhi kebutuhan ekonomi

Saat bersama teman, anak dapat bebas dalam menentukan apa yang ia inginkan. Hal dapat membuat ia merasa senang karena otonomiya saat itu digunaka lebih leluasa, bebas dari berbagai aturan yang memungkinkan baginya sebagai tindakan mengekang.

  • Memperkaya pengalaman

Manfaat beriktunya adalah dapat membuat pengalaman anak menjadi meningkat. Misalnya, ketika ia menonton film di bioskop, ia akan banyak tahu informasi yang disajikan dalam film tersebut, ketika makan direstoran, maka ia tahu bahwa makanan di restoran tersebut berbeda dari masakan dirumah. Ketika bermain di game zone,  maka ia akan tahu situasi dan kondisinya yang begitu ramai dan riuh, dan ia juga dapat bertemu dengan berbagai karekter orang beserta gaya dan model berbusananya, ia akan mengertia apa saja yang sedang lagi trend saat itu, dan masih banyak lagi.

Pegertian Pergaulan Bebas

Istilah pergaulan bebas merupakan salah kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial yang mana dalam kesehariannya selalu membutuhkan orang lain, dan hubungan antar sesama manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal relationship). Bergaul merupakan hak setiap individu, dan itu harus dibebaskan sehingga setiap manusia tidak dibatas dalam pergaulan.

Menurut Gunarsa (2004:50) pergaulan bebas berarti pergaulan yang lebih luas antara pemuda-pemudi. Tidak terlalu menekankan pengelompokan yang kompak antar dua individu saja, akan tetapi antar banyak muda-mudi.

Menurut kamus besar bahasa indonesia, pergaulan adalah kehidupan bermasyarakat yang dapat mempengaruhi keperibadian. Sedangka bebas menurut KBBI adalah tidak terdapat batasan.

 

Pergaulan bebas merupakan suatu perilaku menyimpang serta melewati batas dari kewajiban, tuntutan, aturan, syarat, serta perasaan malu. Masalah tentang pergaulan bebas sering kita temukan baik dalam lingkungan sekitar maupun lewat media massa. Remaja adalah individu labil yang memiliki emosi cendrung tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, serta ajakan temn-teman yang bergaul menyebabkan berkurangnya potensi generasi muda indonesia dalam kemajuan bangsa.

Pergaulan bebas, merupakan istilah yang diadopsi dari budaya barat dimana orang-orang dapat dengan bebas melakukan hal hal diatas tanpa takut menyalahi aturan atau norma-norma yang terdapat dalam masyarakat.

Berbeda dengan budaya timur yang menganggap semua itu merupakan hal yang tabu sehingga sering kali kita mendengar  istilah “jauhi pergaulan bebas”

Faktor Penyebab Terjadinya Pergaulan Bebas

Ada beberapa faktor yang membuat remaja melakukan pergaulan bebas (Gunarsa & Gunarsa, 2004)

  • Penampilan fisik, umumya remaja tidak percaya terhadap diri mereka ketika masa pubertas dikarenakan adanya perubahan fisik
  • Status kedewasaan, seperti pemikiran yang masih tergolong kekanak-kanakan, mudah terpengaruh serta minimnya rasa tanggung jawab.
  • Kekaburan terhadap masa depan keragu-raguan mengenai  tempatnya di dalam

Dampak Yang ditimbulkan Atas Pergaulan Bebas

Menurut Chomaria, 2008 mengolompokkan menjadi 3 bagian terhadap dampak yang ditimbulkan pergaulan bebas, yaitu:

  • Kenakalan remaja

Kenakalan remaja merupakan perilaku yang menyimpang dan melanggar aturan sehingga dapat menggangu ketertiban dan ketenagan hidup dalam suatu masyarakat. Contoh kenakalan remaja diantaranya, perampokan, pembunuhan, pencurian, perkosaan, tawuran, pelacuran, ataupun membolos pada jam sekolah.

  • Seks bebas

Banyak remaja yang melakukan penyimpangan terhadap seks bebas, karena di dorong oleh keinginannya sendiri untuk merasakan kenikmatan duniawi semata tanpa mempertimbangkan agama dan nilai moral. Dorongan sesksual remaja terjadi karena banyaknya media massa cetak, elektronik, dan internet yang mengekekspose tentang pornografi sehingga banyak remaja yang terpengaruh untuk mencontohnya.

  • Narkotika

Biasanya para remaja yang penasaran dengan narkoba yang ditawarkan coba-coba lalu mulai meningkatkan dosis penggunaan hingga akhirnya menjadi kecanduan. Pemasok awalnya memberi secara Cuma-Cuma, akan tetapi begitu sudah kecanduan, pemasok baru memberi harga yang cukup mahal. Pecandu akan mulai mengalami perubahan suasana hati, pola pikir, maupun perilaku. Beberapa jenis narkotika diantaranya, heroin, putaw, dll memberikan efek menyenangkan dan bebas pasa awalnya kepada pemakai. Akan tetapi efek jangka panjang yang ditimbulkan narkoba ini adalah kerusakan atau gangguan organ tubuh dan kerusakan pada otak hingga kematian.

Lihat juga: Pengertian Kemiskinan