Subscribe RSS
Sejarah Jul 20

Apa itu sejarah? Apakah setiap peritiwa yang sudah lampau dapat dikatakan sebagai sejarah?

Pengertian sejarah

Kata sejarah berasal dari bahasa arab yakni “syajaratun”  artinya pohon kayu. Maksud dari pohon kayu disini adalah suatu kejadian, perkembangan atau pertumbuhan mengenai suatu hal (peristiwa) dalam suatu kesinambungan (kontinuitas).

Menurut kamus besar bahasa indonesia, sejarah dapat diartikan sebagai silsilah, asal-usul (keturunan) maupun kejadian yang telah terjadi pada masa lampau.

Sejarah adalah suatu peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi dimasa lalu

Berikut beberapa defenisi sejarah menurut sejumlah ahli

Menurut Widja, sejarah adalah suatu studi yang sudah dialami manusia dimasa lampau dan meninggalkan jejak waktu sekarang, dimana tekanan perhatian diletakkan, khususunya dalam aspek peristiwa sendiri.

Menurut Sartono Kartodirdjo mendefinisikan sejarah adalah gambaran tentang masa lalu manusia & sekiatarnya sebagai mahluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap. Meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran & penjelasan dapat memberikan penjelasan tentang apa yang telah berlalu.

Dari penjelasan diatas tentang pengertian sejarah, dapat ditarik kesimpulan bahwa sejarah adalah ilmu yag mempelajari tentang kejadian-kejadian atau peristiwa dimasa lalu manusia serta merekontruksikan apa yang telah terjadi dimasa lalu.

Peran dan Keududukan Sejarah

Pada umumnya ahli sejarah sepakat membagi peran dan kedudukan sejarah dikelompokkan menjadi tiga hal yakni, sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai cerita (Isman, 1993:277)

  1. Sejarah sebagai peristiwa

Merupakan segala sesuatu yang telah terjadi pada manusia dimasa lampau. Para ahli-pun sepakat mengelompokkan sejarah dengan tujuan untuk memudahkan dalam memahaminya:

  • Pembagian sejarah secara sistematis, adalah pembagian sejarah atau beberapa tema. Misalnya sejarah sosial, politik, sejarah kebudayaan, sejarah perekonomian, sejarah agama, sejarah pendidikan, sejarah kesehatan, intelektual dan lain sebagainya.
  • Pembagian sejarah berdasarkan periode waktu: misalnya, sejarah indonesia, dimulai dari zaman prasejarah, zaman pengaruh Hindhu-Buhda, zaman pengaruh Islam, zaman kekuasaan Belanda, pergerakan nasional, pendudukan Jepang, kemerdekaan, revolusi fisik, Orde lama, Orde baru dan orde reformasi.
  • Pembagian sejarah berdasarkan unsur ruang. Dalam sejarah regional dapat menyangkut sejarah dunia, akan tetapi ruang lingkupnya terbatas oleh persamaan karakteristik, baik secara fisik maupun sosial budaya. Misalnya, sejarah eropa, sejarah asia, sejarah afrika dan lain-lain.

Sejarah sebagai peristiwa sering juga disebut sebagai kenyataan & serba objektif. Artinya peristiwa atau kejadian tersebut benar benar adanya dan di dukung  oleh evidensi-evidensi yang dapat menguatkan, seperti berupa saksi mata (witness) yang dapat dijadikan sebagai sumber sejarah peninggalan-peninggalan dan catatan-catatan. Selain itu suatu peristiwa dapat juga sumbernya berisfat lisan yang disampaikan dari mulut ke mulut.

Sumber lisan ini terdapat dua macam, pertama sejarah lisan (oral history) misalnya ingatan lisan, yaitu ingatan tangan pertama yang dituturkan secara lisan oleh orang orang yang diwawancarai oleh sejarawan. Dan yang kedua tradisi lisan yaitu narasi & deskripsi dari orang-orang maupun peristiwa-peristiwa dimasa lalu yang disampaikan dari mulut ke mulut selama beberapa generasi.

  1. Sejarah sebagai ilmu

Dikategorika sebagai ilmu karena dalam sejarahpun terdapat “batang tubuh keilmuan”, metodology yang spesifik. Selain itu sejarahpun memiliki sturuktur keilmuan tersendiri, baik dalam fakta, konsep, maupun generalasasinya. Kedudukan sejarah dalam ilmu pengetahuan dikelompokkan menjadi:

  • Ilmu sosial, menjelaskan tentang perilaku sosial. Fokus kajiannya menyangkut tentang proses-proses sosial (pengaruh timbal balik antara kehidupan aspek sosial yang berkaitan satu dengan yang lainnya) serta perubahan-perubahan sosial
  • Seni atau art. Sejarah dikelompokkan dalam sastra. Herodotus merupakan seorang yang mendapat gelar “Bapak Sejarah” karena beliaulah yang pertamakali memulai sejarah itu sebagai cerita (story telling) dan sejak saat itu lah sejarah dimasukkan kedalam ilmu-ilmu kemanusiaan atau humaniora.
  1. Sejarah sebagai cerita

Merupakan sebuah karya yang dipengaruhi oleh subjektivitas sejarawan. Artinya, memuat tentang unsur-unsur dari subjek, si penulis/sejarawan sebagai subjek turut serta mempengaruhi atau memberi “warna”, atau “rasa” sesuai dengan ‘kacamata” atau selera subjek. Bila dilihat dari ruang lingkupnya, khususnya tentang pembagian sejarah secar tematik, Sjamsuddin (1996: 203-221) dan Burke (2000:444) mengelompokkan belasan sejarah, yaitu sejerah sosial, sejerah ekonomi, kebudayaan,  demografi, politik, kebudayaan rakyat, intelektual, keluarga, etnis, psikologis, psikologis historis, pendidikan dan sejarah medis.

Manfaat

Menurut Notosusanto 91979:4-10) mengidentifikasi setidaknya terdapat empat jenis kegunaan sejarah, yakni sebagai fungsi edukatif, fungsi inspiratif, fungsi instruktif, dan fungsi reakreasi.

  1. Fungsi edukatif

Adalah sejarah yang membawa serta mengajarkan ataupun kearifan-kearifan

  1. Fungsi inspiratif

Artinya dengan mempelajari sejarah akan dapat memberikan inspirasi atau ilham

  1. Fungsi instruktif

Adalah, melalui sejarah dapat berperan dalam proses pembelajaran pada salah satu kejujuran atau keterampilan tertentu, misalnya navigasi, jurnalistik, senjata/militer, dll

Konsep sejarah

Dalam perkembangannya, terdapat beberapa konsep yang dikembangkan dalam ilmu sejarah antara lain, perubahan, peristiwa, sebab & akibat, nasionalisme, kemerdekaan, kolonialisem, revolusi, peristiwa, komunisme, peradaban, perbudakan, waktu, feminisme, liberalisme, serta konservatisme.

  1. Perubahan

Konsep perubahan ini mengaju pada suatu hal yang menjadi “tanpil beda”.  Konsep ini kian penting dalam sejarah maupun dalam pembelajaran sejarah, mengingat sejarah itu pada hakekatnya adalah perubahan. Kita sering mendengar kata “ tidak ada di dunia ini yang abadi”, kecuali itu sendiri yang abadi. Seorang futuris ternama dari Amerika Serikat mengatakan bahwa “perubahan tidak sekedar penting dalam kehidupan, melainkan perubahan itu sendiri adalah kehidupan.

  1. Peristiwa

Konsep Peristiwa memiliki makna suatu kejadian yang menarik maupun luar biasa dikarenakan memiliki keunikan. Dalam penelitian sejarah, peristiwa selalu menjadi objek penelitian, hal ini dikarenakan salah satu karakteristik ilmu sejarah adalah mencari keunikan-keunikan yang terjadi pada suatu peristiwa, dengan penekanan pada tradisi-tradisi relativisme

  1. Sebab & akibat

Istilah sebab merujuk pada pengertian faktor-faktor determinan fenomena terdahulu yang mendorong terjadinya suatu perbuatan, perubahan, maupun peristiwa berikutnya, sekaligus sebagai suatu kondisi yang mendahului peristiwa. Sementara akibat ialah suatu yang menjadikan kesudahan atau hasil suatu perbuatan ataupun dampak & peristiwa

  1. Nasionalisme

Konsep ini secara sederhana memliki arti rasa kebangsaan, dimana kepentingan negara & bangsa mendapat perhatian besar dalam kehidupan bernegara

  1. Kemerdekaan/kebebasan

Konsep ini mengandung nilai utama dalam kehidupan pilitik bagi setiap negara & bangsa maupun umat manusia yang senentiasa diagung-agungkan, meskipun tidak selamanya diperaktikkan. Arti penting dari kemerdekaan ini dapat dilihat pada ketentuan yang mengatur tentang hak-hak asasi manusia, sebagaimana yang tercantum dalam Deklarasai Hak-hak Manusia Universal yang disetujui secara bulat oleh Majelis PBB tertanggal 10 desember

  1. Kolonialisme

Merupakan konsep yang merujuk pada bagian imprealisme dalam ekspansi bangs-bangsa eropa barat ke berbagai wilayah lainnya di dunia sejak abad ke-15 & 16. Pada puncak perkembangannya, kolonialisme merajalela pada abad ke-19. Dimana hampir setiap negara erapa memiliki daerah jajahan di asia, afrika, & amerika

  1. Revolusi

Adalah perubahan sosial politik yang radikal, berlangsung secara cepat, & besar-besaran. Revolusi terjadi ketika berbagai kesulitan perang serta krisis keuangan negara berhasil diatasi, namun memiliki institusi-institusi yang rentan terhadap revolusi. Menurut skocpol terdapat tiga ciri-ciri yang menyebabkan kerentanan revolusi, yaitu:

  • Lembaga militer negara sangat inferior terhadap militer dari negara pesaingnya
  • Elit otonom mampu menentang atau menghadang implementasi kebijaksanaan yang dijalankan oleh pemerintah pusat
  • Kaun petani memiliki organisasi pedesaaan yang otonom
  1. Fasisem

Fasisme atau facism merupakan naman pengorganisasian pemerintah & masyarakat secara totaliter oleh kediktatoran partai tunggal yang memiliki rasa nasionalis sempit, rasialis, militeristis, & imperialis.

  1. Komunisme

Istilah komunisme merujuk kepada setiap pengaturan sosial yang berdasarkan pada kepemilikan, produksi, konsumsi & swapemerintahan yang diatur secara komunal atau bersama-sama

  1. Peradaban

Peradaban/ civilzation adalah konsep yang dirujuk pada suatu entitas kultural seluruh pandangan hidup manusia yang mencakup nilai, norma, institusi, & pola pikir terpenting dari suatu masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu, peradaban yang merujuk pada suatu corak maupun tingkatan moral yang berhubungan terhadap rotalitas kebudayaan. Jadi, peradaban jauh lebih luas dari suatu kebudayaan yang saling mempengaruhi.

  1. Perbudakan

Konsep perbudakan atau slavery adalah istilah yang menggambarkan tentang suatu kondisi dimana seseorang atau kelompok tidak memiliki kedudukan serta peranan sebagai manusia yang memiliki hak asasi sebagai manusia yang layak

  1. Waktu

Konsep waktu mencakup (hari, tanggal, bulan, tahun, windhu, dan abada) merupakan konsep esensial dalam sejarah.

  1. Feminisme

Istilah feminisme adalah suatu gerakan emansipasi wanita dari subordinasi

Lihat juga : sejarah perkembangan koperasi di indonesia

Apa itu sejarah

sejarah adalah studi yang sudah dialami manusia dimasa lampau dan meninggalkan jejak waktu sekarang, dimana tekanan perhatian diletakkan, khususunya dalam aspek peristiwa sendiri.

Sebutkan fungsi sejarah

Menurut Notosusanto 91979:4-10) mengidentifikasi setidaknya terdapat empat jenis kegunaan sejarah, yakni sebagai fungsi edukatif, fungsi inspiratif, fungsi instruktif, dan fungsi reakreasi.

Sebutkan peran dan kedudukan sejarah

1. Sejarah sebagai peristiwa
2. sejarah sebagai ilmu
3. Sejarah sebagai cerita

Sebutkan konsep sejarah

Dalam perkembangannya, terdapat beberapa konsep yang dikembangkan dalam ilmu sejarah antara lain, perubahan, peristiwa, sebab & akibat, nasionalisme, kemerdekaan, kolonialisem, revolusi, peristiwa, komunisme, peradaban, perbudakan, waktu, feminisme, liberalisme, serta konservatisme.

Category: Pendidikan
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply » Log in