Subscribe RSS

Tag-Archive for "jenis jenis asuransi jiwa"

Asuransi Jiwa Aug 14
pengertian asuransi  jiwa, jenis dan polis
Form pengajuan asuransi jiwa

Pengertian Asuransi

Penjelasan Lebih khusus yang mengatur tentang asuransi jiwa diatur dalam KUHDagang, dimana pengaturannya begitu singkat terdiri dari 7 pasal yakni pasal 302 sampai dengan pasal 308.

Bunyi pasal 302 KUHDagang bunyinya sebagai berikut:

“Jika seseorang dapat guna keperluan yang berkepentingan, dipertanggungkan, baik selama hidupnya jiwa itu, baik untuk suatu waktu yang ditetapkan pada suatu perjanjian”

Pengertian diatas lebih menekankan kepada suatu waktu yang ditentukan dalam asuransi jiwa. Sementara untuk waktu selama hidupnya tidak ditentukan dalam perjanjian, hal ini berarti undang-undang tidak dengan tegas memberi kemungkinan untuk mengadakan asuransi jiwa itu selama hidupnya bagi yang berkepentingan.

Selain definisi diatas, ada beberapa pendapat ahli tentang pengertian asuransi jiwa.

Menurut Djoko Prakoso dan I Ketut Murtika yang dikutip dari pendapat Molenggraf, berpendapat bahwa:

Asuransi jiwa dalam arti luas adalah semua yang memuat perjanjian mengenai pembayaran sejumlah modal atau bunga, yang didasarkan atas kemungkinan hidup atau mati, dan daripada itu pembayaran premi atau dua-duanya dengan cara digantungkan pada masa hidupnya atau   meninggalnya seseorang atau lebih.

Menurut Wirjono Prodjodikoro, yang terdapat pada pasal 1a BAB I Staatsblad 1941-101, definisi asuransi  jiwa adalah:

perjanjian asuransi jiwa adalah perjanjian mengenai pembayaran uang dengan nikmat dari premi dan yang berhubungan dengan hidup atau matinya seseorang termasuk juga perjanjian asuransi kembali/uang dengan catatan bahwa perjanjian dimaksud tidak termasuk perjanjian asuransi kecelakaan.

Sedangkan menurut H.M.N Purwosutjipto, asuransi jiwa adalah:

Asuransi jiwa dapat diartikan sebagai pertanggungan jiwa adalah perjanjian timbal balik antara penutup (pengambil) asuransi dengan penanggung dengan mana penutup asuransi mengikatkan diri selama berlangsungnya pertanggungan membayar uang premi kepada penanggung, sementara pihak penanggung  sebagai akibat langsung dari meninggalnya orang yang jiwa dipertanggungkan atau telah lampaunya suatu jangka waktu yang diperjanjikan mengikat diri untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada orang yang ditunjuk untuk penutup asuransi sebagai penikmatnya.

Selanjutnya, menurut Volmar, mengatakan pertanggungan jiwa itu dengan  sommen verzekering, berpendapat:

“secara luas sommen verzekering itu dapat diartikan sebagai suatu perjanjian dimana satu pihak mengikatkan diri untuk membayar sejumlah uang baik secara gus atau periodik (berangsur-angsur), sedangkan di pihak lainnya mengikatkan dirinya untuk membayar premi dan pembayaran itu adalah tergantung kepada hidup matinya seseorang tertentu atau lebih.

Sedangkan menurut Poejosoebroto, memberikan definisi asuransi jiwa adalah:

“asuransi pada umumnya adalah suatu perjanjian timbal balik dalam mana pihak penanggung dengan menerima premi  mengikatkan diri untuk memberikan pembayaran kepada pengambil asuransi atau orang yang ditunjuk, karena terjadinya suatu peristiwa yang belum pasti (evenem).  Yang disebutkan dalam isi perjanjian, baik karena oleh peristiwa yang belum pasti, atau tertunjuk menderita kerugian yang dikarenakan peristiwa lain, atau karena peristiwa tadi mengenai hidup dan kesehatan.

Selanjutnya, makna asuransi dapat dilihat dari beberapa segi yakni segi jaminan, sosial, ekonomi dan financial.

Dari segi jaminan,  asuransi jiwa merupakan asuransi dengan manusia sebagai kepentingan interest yang diasuransikan berbeda dengan asuransi kerugian, dengan harta benda sebagai kepentingan yang diasuransikan. 

Pengertian tersebut diatas, membayar premi setiap tahun atau selama suatu jangka waktu tertentu, seorang tertanggung sebagai imbalan dari premi yang dibayarkan kepada penanggung menerima jaminan, yakni:

  1. Pada hari tua pihak tertanggung akan diberikan sejumlah uang sebagai santunan biaya hidup.
  2. Bilamana pihak tertanggung meninggal dunia, maka akan diberikan sejumlah uang kepada ahli waris tertanggung sebagai santunan biaya hidup. 
  3. Bilamana pihak tertanggung mengalami kecelakaan fisik, maka akan diberikan sejumlah uang santunan biaya hidup bila pihak tertanggung menjadi cacat permanen/ sebagai biaya pengobatan.

Dari segi sosial, asuransi didefinisikan sebagai suatu rencana sosial yang mana tujuannya adalah memberikan santunan kepada orang yang menderita dikarenakan ditimpa musibah, yang santunannya diambil dari kontribusi yang dikumpulkan dari semua pihak yang berpartisipasi dalam rencana sosial tersebut.

Dari segi ekonomi, asuransi diartikan sebagai suatu disiplin ilmu tentang usaha manusia mencari kepuasan untuk memenuhi kebutuhan kesejahteraan hidup, dengan cara berusaha mencapai hasil maksimal dengan pengorbanan seminimal mungkin, akan tetapi upaya manusia guna mencari upaya manusia untuk mencari dan memenuhi kebutuhan hidup tidak selalu berhasil dikarenakan setiap upaya perbuatan mengandung resiko. Jadi, pada hakikatnya asuransi jiwa adalah pelimpahan resiko dari pihak tertanggung kepada pihak penanggung dengan tujuan kerugian yang diderita oleh tertanggung dijamin oleh pihak penanggung.

Dari segi finansial,  perusahaan asuransi menghimpun dana dari pihak tertanggung dalam bentuk premi. Dari dana yang terkumpul tersebut, sebagian untuk dana klaim, dan bagian yang lainnya diinvestasikan dalam bentuk deposito, surat berharga (saham, obligasi), aktiva tetap seperti kantor, dan rumah untuk disewakan sehingga mendapatkan keuntungan.

Dari sejumlah pendapat para pakar diatas, ada beberapa hal yang harus ada dalam asuransi jiwa. Asuransi jiwa merupakan perjanjian timbal balik antara pihak penanggung dengan pihak tertanggung yang bertujuan guna mengatasi resiko atau peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian bagi pihak tertanggung.

Jenis Asuransi Jiwa

Target asuransi jiwa menunjukkan kelas dan jenis asuransi jiwa yang ditawarkan pihak perusahaan asuransi, yakni:

  • Sasaran terhadap perorangan (asuransi biasa/perorangan)
  • Sasaran terhadap masyarakat (asuransi rakyat)
  • Sasaran terhadap kumpulan orang/karyawan (asumsi kumpulan kolektif)
  • Sasaran terhadap dunia usaha (asuransi dunia usaha)
  • Sasaran terhadap orang – orang yang mudah (asuransi orang muda)
  • Sasaran terhadap keluarga (asuransi keluarga)
  1. Asuransi jiwa biasa

Disebut juga sebagai ordinary life, yang diperuntukkan bagi perorangan, merupakan asuransi jiwa yang biasanya ditawarkan perusahaan asuransi kepada golongan masyarakat menengah ke atas. Sementara dari segi pembayaran premi pemegang polis dapat dilakukan setiap tahun atau setiap semester atau triwulan dan dapat juga setiap bulan, atau dibayarkan sekaligus sebagai premi tunggal bagi mereka yang memiliki cukup uang.

  1. Asuransi rakyat

Merupakan asuransi yang diperuntukan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan kecil seperti buruh, karyawan rendah, pedagang kecil, pelayan, petani, petani, dan lain sebagainya.

Biasanya pembayaran premi jenis asuransi ini preminya cukup tinggi, (dibayar setiap minggu), sementara besaran premi yang dibayarkan dapat disesuaikan dengan kesanggupan pihak tertanggung dengan berpedoman kepada besarnya premi setiap minggu dan lamanya pertanggungan apakah seumur hidup atau hingga calon pihak tertanggung mencapai usia tertentu.

  1. Asuransi kumpulan

Asuransi kumpulan (group insurance) atau disebut juga sebagai asuransi kolektif. Adapun ciri ciri  asuransi kolektif ini sebagai berikut:

    • Satu polis untuk sekolompok tertanggung, misalnya para karyawan suatu perusahaan diasuransikan dengan menggunakan satu polis yang disebut sebagai polis induk (master policy).
    • Pemegang polis adalah perusahaan kepada masing masing karyawan yang diberikan sertifikat tanda peserta asuransi kumpulan.
    • Biasanya para peserta tidak perlu melalui pemeriksaan medis, 
    • Pembayaran premi asuransi kumpulan biasanya terdiri atas 3 macam
      1. Dibayar sendiri oleh masing masing peserta berupa kontribusi yang dipungut secara berkala dari setiap peserta
      2. Semua premi ditanggung oleh perusahaan
      3. Sebagian besar dibayar oleh perusahaan dan sebagian lagi dibayar oleh para peserta, misalnya 50%-50% atau bisa juga 60%-40%.

 

  1. Asuransi dunia usaha

Pada dasarnya sasaran utama dari jenis asuransi ini adalah, :

  • Asuransi orang penting, tenaga yang memegang peranan penting, misalnya direktur utama, manajer, dll. Bilamana meninggal dunia dapat menimbulkan kerugian ekonomis bagi perusahaan berupa pemberian santunan kepada keluarga almarhum,
  • Rencana kesejahteraan karyawan. Dengan menutup asuransi kumpulan asuransi keselamatan kerja, asuransi kecelakaan dan asuransi kesehatan untuk karyawan maka semakin sempurnalah  peranan dan bantuan perusahaan dalam memberi kesejahteraan bagi karyawan.
  • Meningkatkan kepercayaan. Asuransi jiwa dapat berperan untuk meningkatkan kepercayaan kepada relasi terhadap perusahaan karena pihak asuransi dapat memberikan stabilitas posisi financial perusahaan, yang sekaligus menjadi gambaran yang baik kreditur.
  • Kelangsungan usaha. Bagi perusahaan yang memiliki sifat partnership seperti kongsi, firma, cv, bilamana salah satu pemiliknya meninggal dunia, maka akan timbul masalah yakni membayar secara terus menerus hak- hak almarhum kepada jandanya, tanpa mengikutsertakan dalam pimpinan perusahaan. Polis asuransi jiwa dapat menghindarkan keadaan di atas dengan memberi santunan kepada janda almarhum dengan demikian hak hak dari almarhum tidak perlu secara terus menerus dibayarkan oleh perusahaan.

 

  1. Asuransi orang muda

Bilamana seseorang yang masih tergolong muda dan memiliki penghasilan dapat membeli polis asuransi jiwa atas dirinya dan menunjuk orang tuanya ataupun adik – adiknya sebagai penerima manfaat.

 

  1. Asuransi keluarga

Dengan memiliki polis asuransi jiwa dapat memberikan rasa tenang terhadap kehidupan ekonomi keluarga, juga dapat menjamin kelangsungan pendidikan anak anak.

Asuransi keluarga memiliki 3 jenis jaminan yakni jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan atas kelangsungan pendidikan anak. 

 

Polis Asuransi

Dalam KUHD pasal 255 Menyebutkan:

“suatu pertanggungan harus dapat dibuat secara tertulis dalam suatu akte yang dinamakan polis”

Ketentuan tersebut diatas, mengisyaratkan seolah-olah perjanjian asuransi harus dibuat secara tertulis merupakan syarat mutlak. Padahal polis asuransi jiwa bukanlah syarat mutlak adanya perjanjian asuransi jiwa, akan tetapi hanya sebatas alat bukti atas perjanjian tersebut.

Hal ini dijelaskan pada pasal 257 KUHDagang yang berbunyi:

“Perjanjian pertanggungan diterbitkan seketika setelah ia ditutup, hak hak dan kewajiban bertimbal balik dari si penanggung dan si tertanggung mulai berlaku sejak saat itu pula, bahkan sebelum polis ditandatangani.

Dalam hal ini bahwa walaupun tidak ada polis (polis sebelum terbit), perjanjian asuransi jiwa tetap berlaku bilamana telah ditutup (telah terjadi persesuaian kehendak) dan dapat dibuktikan dengan bukti bukti lainnya, seperti dengan kwitansi pembayaran premi.

Polis dan pengertian umum adalah suatu perjanjian yang pernah dibuat bukti tertulis atau suatu perjanjian antara pihak pihak yang mengadakan perjanjian-perjanjian bukti tertulis untuk perjanjian asuransi.

Pada surat perjanjian ini dibuat dengan itikad baik dari kedua belah pihak yang mengadakan perjanjian. Pada surat perjanjian ini pula dengan tegas disebutkan mengenai hal hal yang diperjanjikan kedua belah pihak, hak hak masing masing pihak, sanksi atas pelanggaran dan sebagainya.

Selanjutnya polis juga dapat disebut sebagai surat perjanjian asuransi jiwa yang menguraikan hal hal yang menjadi dasar dan syarat syarat asuransi, ditandatangani oleh penanggung dan pemegang polis.

Dari pengertian tersebut diatas, bahwa polis asuransi adalah salah satu alat bukti yang telah terjadi perjanjian asuransi. Pada dasarnya definisi polis asuransi jiwa sama dengan pengertian polis asuransi pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak dari segi isi polis. Isi polis asuransi jiwa diatur pada pasal 304 KUHDagang dan isi polis pada umumnya diatas  pada pasal 256 KUHDagang.

Menurut pasal 304 KUHDagang, polis asuransi jiwa setidaknya harus memuat seperti berikut:

  • Hari ditutupnya pertanggungan
  • Nama si tertanggung
  • Nama orang tua yang jiwanya dipertanggungkan
  • Saat dimulai dan berakhirnya bahaya bagi si penanggung
  • Jumlah uang untuk mana diadakan pertanggungan
  • Premi pertanggungan tersebut

Sementara menurut polis dari pertanggungan perorangan PT. Asuransi Jiwasraya, adalah;

  • Dasar permintaan asuransi dari pihak calon pemegang polis atas penawaran yang dilakukan PT. Asuransi Jiwasraya (melalui brosur iklan atau agen perusahaan), dengan adanya kalimat “Berdasarkan Surat Permintaan tanggal,….”
  • Nama pemegang polis
  • Nama Tertanggung
  • Jenis Asuransi
  • Besarnya uang asuransi
  • Masa berlakunya asuransi
  • Premi asuransi (besarnya, periode pembayaran dan metode pembayaran).
  • Penerima manfaat yang ditunjuk (menurut urutannya)

 

Hak dan Kewajiban Pemegang Polis 

Pemegang polis merupakan pihak yang mana kedudukannya sangat penting disamping penanggung. Hal ini dikarenakan ia dapat menentukan kehendak secara bebas, apakah akan melanjutkan perjanjian pertanggungan atau sebaliknya menghentikannya.

  1. Penebusan polis (pasal 7 syarat-syarat polis)
  2. Penggadaian polis (pasal 8 syarat syarat umum polis)
  3. Menerima pembayaran manfaat (pasal 9)
  4. Merubah pihak yang ditunjuk (pasal 11)

Pengertian asuransi all risk

Pengertian Asuransi Unit Link

Category: Asuransi, Produk  | Tags:  | Comments off