Subscribe RSS
Tune Up Mobil Sep 10

Pengertian Tune UP Mobil

pengertian tune up
proses tune up pada mobil

BuahPikiran – Tune up adalah service ringan yang dilakukan terhadap kendaraan seara berkala khususnya bagian mesin mobil guna mendapatkan performa mesin yang maksimal dan untuk menjaga mesin mobil tetap dalam kondisi baik & prima. Penggunaan mobil secara terus menerus tentu menimbulkan terjadinya penurunan performa mesin. Oleh karenanya guna menjaga agar motor tetap menghasilkan tenaga yang maksimal, maka perlu dilakukan perawatan secara berkala.

Pengerjaan tune up dilakukan harus sesuai dengan Standart Procesedure Operasional (SOP) pabrik yang memproduksi kendaraan, artinya tidak boleh dilakukan secara sembarangan seperti waktu atau urutan pengerjaan, pemeriksaannya, penyetelan dan lain sebagainya. Tune up yang tidak sesuai SOP pabrik mobil bukannya mendapatkan performa yang lebih baik justru dapat membuat performa kendaraan  anda menurun.

Sebelum tune up dilakukan sebaiknya dilakukan pemanasan terhadap mesin mobil dengan menghidupkannya. Tujuannya adalah untuk mengindentifikasi keadaan dari mesin tersebut, identifikasi dilakukan misalnya putaran idle yang terlalu besar atau sebaliknya, mesin pincang, mbrebet, terdapat suara yang tidak normal pada mesin dan lain-lain.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan tune up adalah pengerjaan servis ringan terhadap mesin kendaraan (mobil) yang meliputi pemeriksaan, pengukuran, dan pencocokan dengan standar pabrik, penyetelan, perbaikan, perawatan, serta penggantian komponen bila dimungkinkan.

Pengerjaan tune up harus dilakukan yang benar benar ahli dibidangnya dan setidaknya mengerti tentang teknik otomotif, yang meliputi:

    • Proses kerja motor 4 langkah 4 silinder
    • Sistem pendingin mesin
    • Sistem pelumasan mesin
    • Top kompresi
    • Langkah penyetelan katup
    • Saat/derajat pengapian
    • Peralatan yang dibutuhkan
    • Urutan dalam pengerjaan tune up

Tujuan Tune UP

Secara garis besar tujuan dilakukan tune up secara periodik terhadap kendaraan adalah untuk memaksimalkan kendaraan yang menurun akibat pemakaian secara terus menerus serta untuk menjaga performa mesin tetap dalam keadaan prima.

Langkah dan urutan pengerjaan Tune UP

  1. Pemeriksaan sistem pendingin

Meliputi:

  • Pemeriksaan tutup radiator dan selang

Perhatikan Apakah terdapat kotoran atau karat pada tutup radiator. Lakukan pengukuran tekanan terhadap radiator menggunakan alat pengukur tekanan, spesifikasi : 0,75 1,05kg/cm2 Limit: 0,6 kg/cm2.

Berikutnya periksa selang bagian atas dan bawah, apakah disana terjadi kerusakan atau retak. Terakhir periksa pemasangan klem dan selang, apakah kendor.

  • Periksa ketinggian air pendingin

Periksa ketinggian volume air pada radiator (bila tidak dilengkapi dengan tangki resevoir). Perhatikan apakah terdapat kebocoran pada pompa air, radiator, selang-selang & paking-paking (pada pompa silinder, rumah thermostat ketika mesin hidup).

  • Periksa kualitas air pendingin

Perhatikan apakah air pendingin tercampur dengan oli mesin atau berkarat. Bila air pendingin terlihat kotor sebaiknya kuras dan ganti dengan air pendingin yang baru.

 

  1. Pemeriksaan Tali Kipas

Meliputi:

  • Pemeriksaan tali kipas secara visual

Perhatikan seluruh bagian tali kipas, bila terjadi kerusakan harus segera diganti. Bila terjadi kesulitan dalam pemeriksaan kipas dalam kondisi terpasang tali kipas harus dikeluarkan. Berikutnya, periksa dudukan tali kipas, bila keududkannya pada puli terlalu dalam sabuh harus segera diganti. Selain perhatikan juga ketegangan tali kipas menggunakan tekanan tangan atau menggunakan timbangan pegas. Spesifikasi : 7 11 mm (dalam 10 kg). Bila tali kipas kurang tegang kemungkinan akan terjadi masalah seperti tali kipas slip, cepat aus. Sementara bila tali kipas terlalu tegang maka pompa air dan alternator akan cepat rusak.

 

  1. Pembersihan saringan udara

Meliputi:

  • Pembersihan saringan udara jenis kering

Lepas saringan udara, periksa, bila terlihat sudah terlalu kotor segera ganti dengan yang baru, atau dapat juga dibersihkan dengan cara mengetok beberapa kali. Untuk memastikan saringan udara benar benar bersih, sebaiknya semprot semua bagian filter udara tersebut menggunakan pistol udara. Selanjutnya pasang kembali seperti semula. Pada saat pemasangan perhatikan kedudukan paking-pakingnya. Saringan udara sebaiknya harus diganti ketika mencapai 20.000 sampai dengan 40.000 km.

  • Pembersihan saringan udara jenis Tandon Oli

Langkah: lepas saringan udara, cuci menggunakan bensin (masuk dan keluarkan secara berulang sebanyak 4 kali). keluarkan oleh dari rumah saringan udara, bersihkan rumah saringan udara dengan bensin, selanjutnya keringkan dengan menggunakan pistol udara.

Isi oli rumah saringan udara sampai tanda batas permukaan, gunakan oli yang bersih, beri sedikit oli kedalam elemen saringan. Selanjutnya pasang kembali, jangan lupa perhatikan kedudukan paking-pakingnya. Saringan udara jenis tandon dibersihkan setiap kali 10.000km.

 

  1. Pemeriksaan baterai

Meliputi:

Periksa ketinggian cairan elektrolit, bila cairan terlihat berkurang pada bagian sel, segera tambah. Ukur berat jenis cairan baterai menggunakan hidrometer, bila berat jenis berkurang dari spesifikasi, isi baterai dengan arus listrik. Spesifikasi 1,25 1,27 pada 20oc.

Jangan lupa untuk memeriksa bagian terminal positif maupun negatif baterai, apakah terlihat ada kerusakan, kendor, atau berkarat. Bila terjadi kerusakan segera diganti, bila kendor, harus dikencangkan, dan bila berkarat bersihkan semua terminal menggunakan sikat baja. Selain itu bersihkan semua permukaan baterai menggunakan air soda dan keringkan dengan lap.

 

  1. Pemeriksaan oli mesin

Meliputi:

Periksa ketinggian oli mesin kemungkinan tidak sampai F (Full), selain itu kualitas oli juga harus diperhatikan, bila sudah jelek segera ganti.

 

  1. Pemeriksaan kabel tegangan tinggi

Meliputi:

Lepas stecker busi, (upayakan tidak melepas kabelnya). Perhatikan kondisi kabel apakah terbakar atau sudah retak, bila terbakar atau retak segera diganti. Jangan lupa periksa kondisi isolator pada stecker busi kemungkinan terbakar. Tahap berikutnya ukur tahanan kabel tegangan tinggi dengan multitester. Spesifikasi: Tahanan <250KΩ.

 

  1. Pemeriksaan busi

Meliputi:

Bersihkan seluruh bagian busi dengan menggunakan tekanan udara atau kuas, sebelum melepas busi. Tujuannya untuk mencegah kotoran masuk pada saat busi dilepas. Pada saat melepas busi gunakan kunci yang tepat agar isalotor terpecah. Setelah busi dilepas, periksa kondisi ulir apakah terjadi kerusakan.

 

  1. Pemeriksaan distributor

Meliputi:

Periksa tutup distributor, apakah terjadi keretakan, berkarat, terbakar, atau lubang kabel kotor, terminal elektroda terbakar dan pegas bagian tengah lemah.

Periksa rotor, apakah berkarat, retak atau berkarat.

Periksa platina apakah terdapat berlubang-lubang atau terbakar, bila ia segera ganti. Setelah celah platina dengan filter gauge, celah platina :0,45 mm.

Periksa sudut dwell menggunakan tester

Sudut Dwell:52o+6o.

Berarti : – sudut terminal : 46o

Sudut maksimal: 62o

Tahap berikutnya periksa saat pengapian. Setel putaran mesin pada putaran idle. Oktan selektor harus diset pada posisi standar

Saat pengapian:8o sebelum TMA (pada max Rpm 950)

Setel bagian pengapian, cocokkan tanda tanda waktu dengan memutar bodi distributor saat pengapian : 8o sebelum TMA (ingat, jangat disetel dengan oktan selektor)

Periksa cara kerja Governor: rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah dengan arah jarum jam dan dilepas. Pemasangan rotor jangan terlalu longgar.

 

  1. Penyetelan Celah Katub

Meliputi:

Sebelum dilakukan penyetelan mesin harus dipanaskan terlebih dahulu dan matikan. Putar poros engkol searah dengan jarum jam, tepatkan tanda pada puli poros engkol sejajar dengan tanda pada tutup.

Penggunaan filler gauge harus dapat ditarik dan didorong. Fuller yang berombak harus diganti dengan yang baru.

Jangan mengencangkan mur terlalu keras, gunakan kunci ring rata & obeng yang cocok. Terkahir setel celah katub.

 

  1. Pemeriksaan karburator

Meliputi:

  • Periksa katub throtle

Katub thottle harus terbuka secara penuh pada saat pedal gas ditekan penuh. Penyetelan terbuka penuh dilakukan melalui kabel gas yang berada didekat karburator dan baut penyetop pedal.

  • Periksa pompa akselarasi

Upayakan bensin harus muncrat dari jet pada saat katub throttle terbuka.

  • Periksa katub cuk (A)

Katub cuk harus tertutup penuh jika tombol cuk ditarik penuh. Katup cuk harus terbuka penuh bila tombol cuk dikembalikan seperti semula (B)

 

  1. Penyetelan putaran idel dan campuran idel

Meliputi:

Sebelum menyetel idel, kontrol sat pengapian, celah katub, sistem ventilasi karter & saringan udara terpasang. Saat penyetelan,  pastikan motor harus berada pada temperatur kerja, akan tetapi jangan  terlalu panas,

Pasang techometer, hidupkan motor

Bandingkan rpm idle dengan spesifikasi (umumnya 750 – 950 rpm untuk empat silinder). bila salah, stel rpm pada sekrup penyetel  katub gas yang terpasang pada mekanisme katub gas.

Stel campuran idel dengan sekrup penyetel yang terletak pada rumah gas. Untuk cara penyetelah dapat dilakukan seperti berikut:

Cara menyetel campuran idel tanpa pengetes gas buah.

Perbandingan campuran mempengaruhi putaran idel. Berdasarkan pengaruh tersebut kita dapat menyetel campuran yang sesuai.

Langkah penyetelan

    • Sekrup penyetel diputar ke arah luar, sampai putaran motor mulai turun. (
    • Selanjutnya, sekrup penyetel diputar ke arah dalam, hingga putaran  motor mulai turun.

 

  1. Pengukuran tekanan kompresi

 

lihat juga

Kapan waktu yang tepat membeli mobil bekas

Barang barang yang harus selalu ada didalam mobil

lihat

gardaoto

Category: Pendidikan
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.